Senin, 03 Januari 2011

Relief flights help flood-affected Australian city

Relief flights help flood-affected Australian city


In this photo provided by the Queensland Police, a flood gauge on the Fitzroy River shows the rising water compared to past flood high water marks in AP – In this photo provided by the Queensland Police, a flood gauge on the Fitzroy River shows the rising …

BRISBANE, Australia – Military flights rushed Monday to restock an Australian city before it was cut off by floodwaters that have turned a huge swath of the Outback into a lake, while police confirmed two more deaths in the crisis.

Drenching rain that started before Christmas has flooded an area the size of France and Germany combined in northeastern Queensland state. Rivers are overflowing and at least 22 towns and cities in the farming region are inundated.

In the coastal city of Rockhampton, waters from the still-swelling Fitzroy River closed the airport and cut the main highway to the state capital of Brisbane. Scores of families abandoned their homes for reliefcenters on high ground.

By Monday night, floodwaters had inundated the last route into the city, Queensland Premier Anna Bligh said.

"Rockhampton is now completely stranded — a town of 75,000 people — no airport, rail or road," Bligh told Australian Broadcasting Corp. radio.

Residents emptied supermarket shelves of food and bottled water in recent days as they stocked up to reduce the need to get around in waist-deep waters.

Acting Defense Minister Warren Snowdon said a C-130 military cargo plane would fly to a town north of Rockhampton on Monday carrying food, medical supplies and other items that would then be trucked to the stricken city.

Authorities have warned the Fitzroy will continue rising until late Tuesday or early Wednesday local time.

Mayor Brad Carter has said about 40 percent of the city could be affected by the surging waters, and residents could be forced to wait at least two weeks before returning home.

State authorities say about 200,000 people have been affected by the floods, Australia's worst in a decade, and Prime Minister Julia Gillard on Monday extended emergency relief to those affected, including low-interest loans to farmers to begin cleaning up and get their businesses running again.

"This is a major natural disaster, and recovery will take a significant amount of time," Gillard said. The damage could ultimately amount to hundreds of millions of dollars, she told reporters.

Three people have died in the flooding since Saturday, though police in Queensland state say seven other people have drowned separately involving swollen rivers and water accidents since tropical deluges began in late November.

Chief Superintendent Alistair Dawson said the latest victim was a man who drowned Monday when the car he was traveling in was washed off a flooded causeway in the town of Aramac, in central Queensland.

Earlier Monday, police said they had recovered the body of a man who was last seen Saturday when his small boat was swamped by raging waters in a different part of the state.

The rains that started the flooding have eased, and water levels have been dropping in some towns. But officials said about 1,000 people were living in evacuation centers across Queensland, and it may be a month before the floodwaters dry up completely.

http://news.yahoo.com/s/ap/20110103/ap_on_re_as/as_australia_flooding

Tahun Baru, Seribu Burung Jatuh dari Langit

Tahun Baru, Seribu Burung Jatuh dari Langit
Sebanyak lebih dari 1.000 burung hitam berguguran jatuh ke tanah dari langit.
MINGGU, 2 JANUARI 2011, 16:22 WIB
Ismoko Widjaya, Denny Armandhanu

VIVAnews - Kejadian aneh membuat pusing tim penyidik terjadi di kota Beebe, negara bagian Arkansas, Amerika Serikat. Sebanyak lebih dari 1.000 burung hitam berguguran jatuh ke tanah dari langit, sampai saat ini peneliti masih belum memastikan penyebab matinya burung-burung ini.

Komisi Perikanan dan Perburuan Arkansas, seperti dilansir Associated Press, Minggu, 2 Januari 2011, mengatakan bahwa kasus itu bermula pada Jumat 31 Desember 2010 tengah malam atau saat malam pergantian tahun. Burung-burung hitam ditemukan berjatuhan di area seluas 1,5 kilometer di kota itu.

Pengamatan udara oleh komisi ini menunjukkan bahwa burung-burung berjatuhan hanya di luas area itu. Hingga saat ini, telah lebih dari 1.000 burung yang ditemukan tergeletak di tanah.

Tim penyidik dibentuk untuk menyelidiki apa penyebab kematian burung berwarna hitam ini. Petugas satwa, Robby King, telah mengumpulkan sebanyak 65 bangkai burung untuk dikirimkan ke pusat pengujian perternakan di kota Madison, negara bagian Wisconsin.

Komisi ornitologi (ilmu burung) Karen Rowe mengatakan, peristiwa serupa acapkali terjadi di beberapa tempat di dunia. Namun tidak ada penjelasan yang pasti mengenai penyebabnya. Rowe mengatakan, pada burung-burung hitam itu terdapat luka fisik yang terlihat.

Dia mengungkapkan beberapa penjelasan mengenai penyebab matinya burung-burung itu. Namun masih perlu dilakukan lagi pengujian untuk memastikannya. "Kawanan burung ini mungkin saja tersambar petir atau terkena hujan es di ketinggian," ujar Rowe.

Dia juga mengatakan, kemeriahan tahun baru yang dirayakan warga dengan menyalakan kembang api besar di daerah itu juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Kemungkinan kembang api itu membakar burung-burung atau membuat mereka stress lalu mati.

Dia menampik dugaan bahwa burung-burung itu diracun, karena kematian sekawanan burung itu terjadi di udara. "Karena yang mati hanya burung hitam dan yang sedang terbang," ujarnya.

Saat ini, departemen kebersihan kota Beebe tengah bekerja keras untuk membersihkan atau melenyapkan bangkai-bangkai burung yang masih tercecer di jalan. Mereka mengenakan pakaian tertutup dan masker untuk mencegah kuman dan bakteri terhirup. (hs)

• VIVAnews

Badai baru menuju Australia

Minggu, 02/01/2011 21:35 WIB
Badai baru menuju Australia
BBCIndonesia.com - detikNews

Daerah Rockhampton di Queensland, Australia sudah tergenang

Biro Meteorologi Australia memperkirakan, badai besar mengancam terjadinya banjir bandang baru di negara bagian Queensland, Australia, yang sudah tergenang air.

Badan itu memperkirakan hari Minggu (2/1) malam akan terjadi "angin merusak, hujan sangat deras, banjir bandang dan hujan es besar" di sejumlah tempat di negara bagian tersebut.

Akses ke lebih dari 20 kota terputus atau tergenang banjir di kawasan yang lebih luas dari Prancis atau Jerman itu, dan 200.000 orang terkena dampaknya.

Sementara itu, seorang wanita tersapu banjir ketika sedang mengemudikan mobilnya di jalan dan dia menjadi korban tewas pertama dalam bencana banjir besar ini.

Paling tidak dua orang lain dilaporkan hilang.

Di sejumlah tempat air mulai surut, tetapi di Rockhampton, sebuah kota berpenduduk 77.000 orang, ketinggian air belum mencapai puncaknya.

Air banjir bisa mencapai sembilan meter pada hari Senin (3/1) dan mencapai puncaknya di ketinggian 9,4 meter pada hari Rabu, demikian menurut Biro Meteorologi Australia.

(bbc/bbc)


http://www.detiknews.com/read/2011/01/02/213541/1537664/934/badai-baru-menuju-australia?881101934

Minggu, 02 Januari 2011

Erupsi Bromo, 106 Bangunan di Ngadirejo Ambruk dan Rusak

Minggu, 02/01/2011 18:08 WIB
Erupsi Bromo, 106 Bangunan di Ngadirejo Ambruk dan Rusak
Zainal Effendi - detikSurabaya

foto: Budi Sugiharto



Jakarta - Selain meluluhlantakan lahan pertanian, guyuran abu dan pasir yang disemburkan Gunung Bromo juga merobohkan bangunan, rumah maupun gedung sekolah.

Desa terparah akibat erupsi Bromo ini adalah Ngadirejo di Kecamatan Sukapura. Tercatat 106 bangunan seperti rumah penduduk, 2 gedung sekolahan dan 1 balai desa rata dengan tanah serta rusak berat.

"Data terakhir (30/12/2010), di Ngadirejo ada 106 bangunan yang roboh dan rusak akibat tidak kuat menahan abu dan pasir," kata Hendro, salah satu petugas tim tanggap darurat bencana Gunung Bromo dari Tagana Kabupaten Probolinggo saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (2/1/2011).

Hendro menjelaskan, kebanyakan rumah yang ambruk di Desa Ngadirejo berada di atas bukit. "Sampai saat ini kita masih terus melaporkan inventaris rumah roboh maupun lahan pertanian yang rusak," imbuhnya.

Sekolah yang ambruk salah satunya adalah SMPN Satu Atap Ngadirejo. Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Gunung Bromo Hasan Aminuddin saat dihubungi menyatakan untuk gedung sekolah yang ambruk sudah dilaporkan ke Menteri Pendidikan Nasional M Nuh agar segera ditindaklanjuti.

"Kita sudah laporkan semua rumah yang rusak. Khusus gedung sekolah yang rusak, kami sudah laporkan ke Pak Nuh," jelas Hasan Aminuddin yang juga Bupati Probolinggo ini.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo sebelumnya memastikan akan memberikan perhatian penuh terhadap kebutuhan masyarakat di sekitar Bromo. Termasuk akan memperbaiki rumah atau bangunan yang ambruk akibat ketebalan abu dan pasir.


(gik/gik)

Belasan Rumah di Lamongan Ambruk Diterjang Angin

Minggu, 02/01/2011 16:50 WIB
Belasan Rumah di Lamongan Ambruk Diterjang Angin
Eko Sudjarwo - detikSurabaya

Foto: Eko Sudjarwo


Lamongan - Hujan deras disertai angin kencang di Lamongan membuat belasan rumah di Lamongan ambruk, Minggu (2/1/2011) sore. Rumah-rumah yang roboh itu ada di tiga desa di Kecamatan Sekaran. Ketiga desa tersebut adalah Desa Manyar, Desa Jugo dan Desa Kudikan.

Data yang dihimpun detiksurabaya.commenunjukkan dari tiga desa, sekitar 15 rumah roboh. Dari ketiga desa yang terparah adalah Desa Manyar. Di desa ini setidaknya 8 rumah roboh diterjang angin kencang, 2 sarana pendidikan rusak.

Sementara di Desa Kudikan ada 4 rumah roboh, Desa Jugo ada 3 rumah roboh dan
1 sarana pendidikan rusak yakni gedung madrasah. Selain 15 rumah yang ambruk, ratusan rumah juga rusak. Kerusakan yang terjadi juga bervariasi mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan berat.

Salah seorang saksi mata warga Desa Manyar, Toni mengungkapkan, saat kejadian di desanya sedang berlangsung hujan deras disertai angin kencang. Angin itu terlihat berputar-putar di desanya.

"Angin kencang tersebut berputar-putar sangan kencang dan berlangsung setidaknya selama 10 menit," kata Toni kepada detiksurabaya.com.

Angin yang berlangsung selama kurang lebih 10 menit tersebut, kata Toni, langsung menerjang rumah-rumah yang ada di desanya sehingga langsung ambruk. "Seketika kami langsung lari menyelamatkan diri," katanya.

Beberapa orang juga mengalami luka tertimpa bangunan rumah yang roboh. "Banyak yang luka meski tidak parah akibat tertimpa bangunan yang roboh," jelasnya.

Sementara Kapolsek Sekaran, AKP Aliyarman kepada wartawan di lokasi kejadian
mengatakan, dari data yang masuk di kepolisian ada setidaknya 3 korban luka akibat tertimpa bangunan yang roboh tersebut. "Semuanya hanya korban luka ringan dan kini sudah dirawat," katanya.

Saat ini, semua warga yang ada di 3 desa bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang tersisa dari angin kencang.
(fat/fat)

Kerusakan Lahan Pertanian Akibat Abu Bromo Merata di 12 Desa

Minggu, 02/01/2011 17:48 WIB
Kerusakan Lahan Pertanian Akibat Abu Bromo Merata di 12 Desa
Zainal Effendi - detikSurabaya

Tanaman jagung rusak parah/ Budi S



Probolinggo - Kerugian lahan pertanian aneka tanaman yang rusak akibat abu vulkanik Gunung Bromo di Kecamatan Sukapura Probolinggo ditaksir sudah mencapai sekitar Rp 28 Miliar. Tanaman yang mati antara lain jagung, kentang, wortel dan bawang daun, kubis, sawi maupun tomat.

Data yang dihimpun dari Tim Tanggap Darurat Bencana yang siaga di Kecamatan Sukapura, lahan pertanian yang tertimbuh abu itu tersebar di 12 desa. Yang terparah dialami Desa Ngadirejo dan Ngadisari.

Di Ngadirejo, kerugian akibat matinya tanaman di lahan pertanian seluas 304 hektare sekitar Rp 8,6 Miliar. Data tercatat hingga 30 Bulan Desember 2010, abu Bromo merusak lahan kentang mencapai 126 ha, kubis 215 ha, tomat 22 ha, bawang daun 30 ha, jagung 49 ha dan tanaman lain atau diantaranya adalah wortel mencapai hingga 18 ha.

Sedangkan untuk Desa Ngadisari, total kerugian pertanian mencapai Rp 6,2
miliar. Luas lahan tanaman yang rusak yakni untuk kentang 150 ha, kubis 75 ha, bawang daun 60 ha, tanaman lain wortel dan sawi 14 ha.

Di Desa Wonotoro, total kerugian pertanian mencapai Rp 1,201 miliar. Sedangkan lahan dan jenis tanaman yang rusak yakni, jagung 1 ha, kentang 178 ha, kubis 45 ha, bawang daun 10 ha, tanaman lain wortel dan sawi 5 ha.

Desa Jetak total kerugian mencapai Rp 1,828 miliar dengan luas lahan yang rusak mencapai 77 ha. Kerusakan tersebut dengan rincian kentang 60 ha, kubis 10 ha, bawang daun 4 ha,jagung 1 ha dan tanaman lain seperti wortel dan sawi sebanyak 2 ha.

Sementara untuk Desa Ngadas total kerugiannya Rp 4,880 miliar rupiah. Untuk kentang, seluas 130 ha, kubis 51 ha, tomat 5 ha, tanaman lain 5 ha. Desa Wonokerto lahan pertaniannya yang rusak mencapai Rp 4,810 miliar. Dengan tanaman, kentang 105 ha, kubis 85 ha, tomat 8 ha, bawang daun 10 ha, tanaman lain 5 ha.

Untuk Desa Sapikerep mencapai Rp 4,750 miliar. Tanaman kentang sebanyak 72 ha, kubis 38 ha, bawang daun 28 ha, tomat 20 ha, jagung 20 ha, tanaman lain wortel dan sawi 52 ha. Desa Pakel Rp 4,909 miliar, dengan luas lahan dan tanaman yang rusak kentang 73 ha, kubis 79 ha, bawang daun 44 ha, sayuran lain 50 ha, jagung 43 ha.

"Semua tanaman yang rusak akan kita ganti dengan bibit baru," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jatim, Siswanto saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (2/01/2010).

Sedangkan untuk Desa Kedasisi Rp 4,527 miliar. Kentang 48 ha, kubis 40 ha, jagung 84 ha, bawang daun 18 ha, tanaman lain 69 ha. Desa Sariwangi Rp 3,970 miliar, kentang 76 ha, kubis 48 ha, bawang daun 35 ha, jagung 25 ha, tomat 5 ha, tanaman lain 18 ha.

Dan Desa Sukapura menanggung kerugian Rp 184 juta, tanamnya hanya jagung 23 ha. Desa Ngepung Rp 192 juta, karena lahan pertanian jagung seluas 24 hektar rusak berat.
(gik/gik)

Seorang wanita tewas akibat banjir Australia

Minggu, 02/01/2011 11:22 WIB
Seorang wanita tewas akibat banjir Australia
BBCIndonesia.com - detikNews

Seorang pengemudi mobil wanita tewas akibat terbawa arus banjir di negara bagian Queensland, Australia.

Dua orang juga sudah dilaporkan hilang.

Banjir besar di Queensland sudah melanda lebih dari 20 kota dan berdampak ke lebih dari 200 ribu orang.

Walaupun air banjir sudah mulai surut namun di beberapa tempat seperti di kota Rockhampton yang berpeduduk 77,000 jiwa, air banjir belum mencapai puncaknya.

Penduduk kota Rockhampton sudah mulai meninggalkan tempat tinggalnya dan Walikota Rockhampton, Brad Carter, memperingatkan bahwa sekitar 40 % dari kotanya akan terkena dampak banjir.

Penerbangan komersil di bandar udara Rockhampton sudah dihentikan dan jalan-jalan utama ke kota dari arah selatan dan barat sudah terputus.

(bbc/bbc)

Sabtu, 01 Januari 2011

Badai Salju Mulai Telan Korban Jiwa di Jepang

Badai Salju Mulai Telan Korban Jiwa di Jepang


Badai Salju Mulai Telan Korban Jiwa di Jepang

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO--Badai salju dan cuaca ekstrim mengganggu lalu lintas di Jepang barat dan utara saat warga hendak pulang ke kampung halamannya untuk merayakan tahun baru. Badai juga menelan korban jiwa di beberapa wilayah.

Empat pria petugas patroli di resor ski di kota Kofu, prefektur Tottori Jepang barat tewas pada Jumat karena longsoran salju kata pejabat setempat. Korban ditemukan terkubur di tumpukan salju setelah longsor terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat (11.00 WIB) di resor ski Okudaisen menurut pihak pemerintah kota Kofu dan petugas resor tersebut. Kematian mereka dikonfirmasikan oleh pihak rumah sakit.

Petugas resor ski mengatakan keempatnya terkena longsor bersama dengan kendaraan penekan salju mereka saat sedang memeriksa kemiringan jalur ski dan kemudian terkena longsoran lain segera setelah longsor yang pertama.

Salju lebat dan satu kecelakaan melumpuhkan lalu lintas di Totorri. Sekitar 1.000 mobil terjebak sepanjang 20 Km di jalan nasional di prefektur tersebut, kata pejabat setempat pada Sabtu (1/1). Kemacetan lalu lintas terjadi karena ada truk pengangkut bahan bakar yang tergelincir di Rute 9 di kota Daisen pada Jumat malam dan menghambat kedua sisi jalan dan kemacetan diperparah karena salju turun makin banyak di wilayah itu.

Pemerintah prefektur mengatakan pihaknya sudah membuat satuan tugas pada Jumat malam dan meminta tentara untuk membantu memberikan bantuan seperti selimut dan bahan bakar bagi masyarakat yang terjebak di kendaraan mereka.

Tentara Jepang (Ground Self-Defense Force) mengirimkan sekitar 30 personil yang semula akan mulai melakukan tugas mereka pada Sabtu sekitar pukul 04.00 setempat (02.00 WIB) namun tertunda hingga sekitar enam jam, menurut kantor berita Kyodo.

Salju juga menyebabkan kereta ekspres lokal terhenti antara dua stasiun di Daisen karena pohon tumbang pada Jumat sekitar pukul 16.00 waktu setempat (14.00 WIB) membuat sekitar 130 penumpangnya terjebak hingga Sabtu pukul 09.00 waktu setempat (07.00 WIB) mengutip Perusahaan Kereta Jepang bagian Barat.

http://id.news.yahoo.com/repu/20110101/twl-badai-salju-mulai-telan-korban-jiwa-4d6e3f4.html

USGS: Gempa 5,9 S.R. Guncang Kepulauan Santa Cruz

USGS: Gempa 5,9 S.R. Guncang Kepulauan Santa Cruz


Washington (ANTARA/Xinhua-OANA) - Sebuah gempa bumi berkekuatan 5,9 Skala Richter (SR) mengguncang Kepulauan Santa Cruz pada pukul 02.00, Kamis dini waktu setempat, kata Pemantau Geologi Amerika Serikat (USGS).

Titik pusat gempa yang berkedalaman pada 17,00 kilometer ditemukan di 10,8529 derajat lintang selatan dan 165,3245 derajat bujur timur.

Kepulauan Santa Cruz merupakan sekelompok pulau di Samudera Pasifik yang menjadi bagian dari provinsi Temotu, Kepulauan Solomon.

Pada 26 Desember, USGS juga mengumumkan gempa di Pasifik barat sebesar 7,6 S.R. yang berpotensi menimbulkan tsunami. Namun setelah Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) mempelajari permukaan air laut, peringatan tsunami tersebut digagalkan.

Selain itu, pada 29 Desember, gempa berkekuatan 6,6 S.R. kembali mengguncang Vanuatu pada kedalaman 31 kilometer, dan kejadian gempa tersebut tidak menimbulkan korban maupun kerusakan.

http://id.news.yahoo.com/antr/20101231/twl-usgs-gempa-5-9-s-r-guncang-kepulauan-bbfa48e.html

Ubur-ubur Mengancam Kehidupan Laut

Ubur-ubur Mengancam Kehidupan Laut
Faktor penyebab melesatnya populasi ubur-ubur adalah polusi, suhu dan penangkapan ikan.
SELASA, 28 DESEMBER 2010, 11:36 WIB
Muhammad Firman

VIVAnews - Ubur-ubur merupakan makhluk laut yang jelek, cukup berbahaya, dan tidak seperti pembunuh lainnya di samudera yakni hiu. Ubur-ubur tidak terlalu enak untuk disantap. Sayangnya, hewan itu kini siap menguasai dua pertiga bagian planet Bumi.

Pada tahun 2006 sampai 2010, sekelompok kawanan besar ubur-ubur menginvasi pantai-pantai di Spanyol. Menyengat puluhan ribu perenang. Di sejumlah tempat, ubur-ubur ini hadir dengan konsentrasi hingga 10 ekor per meter persegi.

Kelompok ubur-ubur ini juga muncul di kawasan lain di seluruh dunia. Tahun 2007, Hawaii dan Irlandia mengalami hama ubur-ubur. Perairan Israel dan Prancis di tahun 2008. Tunisia dan Italia diserbu pada 2009. Di Jepang, ubur-ubur berukuran hingga 1,8 meter makin banyak bermunculan.

Di perairan kawasan utara Australia, populasi ubur-ubur dengan tentakel hingga 2,5 meter juga meledak. Padahal, ubur-ubur ini punya racun yang bisa membunuh manusia dalam tiga menit.

Menurut María Luz Fernández de Puelles, peneliti asal Spanish Institute of Oceanography's Balearic Oceanography Center, ada tiga penyebabnya. Seperti dikutip dari Mother Nature Network, 28 Desember 2010, ubur-ubur hidup subur sebagai efek samping dari polusi, kenaikan temperatur air dan penangkapan ikan yang berlebih.

Manusia terlalu banyak membuang limbah, termasuk limbah pertanian ke sungai yang akhirnya mengalir ke laut. Seperti diketahui, pupuk didesain untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Ternyata, pupuk juga berfungsi sama di laut dengan meningkatkan pertumbuhan ganggang.

Yang jadi masalah, ganggang merupakan makanan bagi mikro organisme di laut, yang merupakan makanan utama para ubur-ubur. Semakin melimpahnya ganggang dan mikro organisme, semakin terjamin pula hidup ubur-ubur.

Kedua, pemanasan global membuat suhu air laut makin hangat. Dari penelitian, ini memicu ubur-ubur makin subur dalam bereproduksi dan membuat mereka berenang semakin mendekati pantai. Demikian pula dengan ubur-ubur tropis yang memiliki tentakel beracun.

Ketiga, penangkapan ikan yang berlebihan, khususnya tuna, hiu, dan juga penyu laut membuat ubur-ubur semakin bebas berkeliaran. Padahal, hewan-hewan pemangsa itu biasanya memakan ubur-ubur dan telur-telurnya.

“Ubur-ubur adalah pemangsa yang sangat rakus dan bersaing dengan organisme dan plankton lain untuk berebut makanan,” kata de Puelles. “Dengan melejitnya pertumbuhan ubur-ubur, maka mereka akan mengubah struktur ekosistem di laut secara drastis.”

• VIVAnews

Badai Salju Telan Korban Jiwa dan Ganggu Lalu Lintas Jepang

Badai Salju Telan Korban Jiwa dan Ganggu Lalu Lintas Jepang


Tokyo (ANTARA/Xinhua-OANA) - Badai salju dan cuaca ekstrim mengganggu lalu lintas di Jepang barat dan utara saat warga hendak pulang ke kampung halamannya untuk merayakan tahun baru dan menyebabkan korban di beberapa wilayah.

Empat pria petugas patroli di resor ski di kota Kofu, prefektur Tottori Jepang barat tewas pada Jumat karena longsoran salju kata pejabat setempat.

Korban ditemukan terkubur di tumpukan salju setelah longsor terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat (11.00 WIB) di resor ski Okudaisen menurut pihak pemerintah kota Kofu dan petugas resor tersebut. Kematian mereka dikonfirmasikan oleh pihak rumah sakit.

Petugas resor ski mengatakan keempatnya terkena longsor bersama dengan kendaraan penekan salju mereka saat sedang memeriksa kemiringan jalur ski dan kemudian terkena longsoran lain segera setelah longsor yang pertama.

Salju lebat dan satu kecelakaan melumpuhkan lalu lintas di Totorri. Sekitar 1.000 mobil terjebak sepanjang 20 Km di jalan nasional di prefektur tersebut, kata pejabat setempat pada Sabtu (1/1).

Kemacetan lalu lintas terjadi karena ada truk pengangkut bahan bakar yang tergelincir di Rute 9 di kota Daisen pada Jumat malam dan menghambat kedua sisi jalan dan kemacetan diperparah karena salju turun makin banyak di wilayah itu.

Pemerintah prefektur mengatakan pihaknya sudah membuat satuan tugas pada Jumat malam dan meminta tentara untuk membantu memberikan bantuan seperti selimut dan bahan bakar bagi masyarakat yang terjebak di kendaraan mereka.

Tentara Jepang (Ground Self-Defense Force) mengirimkan sekitar 30 personil yang semula akan mulai melakukan tugas mereka pada Sabtu sekitar pukul 04.00 setempat (02.00 WIB) namun tertunda hingga sekitar enam jam, menurut kantor berita Kyodo.

Salju juga menyebabkan kereta ekspres lokal terhenti antara dua stasiun di Daisen karena pohon tumbang pada Jumat sekitar pukul 16.00 waktu setempat (14.00 WIB) membuat sekitar 130 penumpangnya terjebak hingga Sabtu pukul 09.00 waktu setempat (07.00 WIB) mengutip Perusahaan Kereta Jepang bagian Barat.

Ketinggian salju mencapai hingga 100 Cm pada Jumat di Aomori, Yamagata di sebelah utara serta prefektur Niigata dan Hiroshima di bagian barat.

Angin kencang hingga kecepatan 100 Km/jam terjadi di beberapa bagian prefektur Kagoshima dan Aomori menurut Badan Meteorologi Jepang.

Setidaknya ratusan penerbangan ke wilayah-wilayah tersebut dibatalkan sedangkan layanan kereta cepat Shinkansen Tokaido ditunda.

Badan Meteorologi Jepang memperingatkan pola tekanan angin dingin tampaknya akan berlanjut di tahun baru dengan penambahan salju yang turun di Laut Jepang sebelah barat hingga ke Jepang sebelah utara pada Minggu.

http://id.news.yahoo.com/antr/20110101/twl-badai-salju-telan-korban-jiwa-dan-ga-bbfa48e.html

Badai Salju Telan Korban Jiwa dan Ganggu Lalu Lintas Jepang

Badai Salju Telan Korban Jiwa dan Ganggu Lalu Lintas Jepang


Tokyo (ANTARA/Xinhua-OANA) - Badai salju dan cuaca ekstrim mengganggu lalu lintas di Jepang barat dan utara saat warga hendak pulang ke kampung halamannya untuk merayakan tahun baru dan menyebabkan korban di beberapa wilayah.

Empat pria petugas patroli di resor ski di kota Kofu, prefektur Tottori Jepang barat tewas pada Jumat karena longsoran salju kata pejabat setempat.

Korban ditemukan terkubur di tumpukan salju setelah longsor terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat (11.00 WIB) di resor ski Okudaisen menurut pihak pemerintah kota Kofu dan petugas resor tersebut. Kematian mereka dikonfirmasikan oleh pihak rumah sakit.

Petugas resor ski mengatakan keempatnya terkena longsor bersama dengan kendaraan penekan salju mereka saat sedang memeriksa kemiringan jalur ski dan kemudian terkena longsoran lain segera setelah longsor yang pertama.

Salju lebat dan satu kecelakaan melumpuhkan lalu lintas di Totorri. Sekitar 1.000 mobil terjebak sepanjang 20 Km di jalan nasional di prefektur tersebut, kata pejabat setempat pada Sabtu (1/1).

Kemacetan lalu lintas terjadi karena ada truk pengangkut bahan bakar yang tergelincir di Rute 9 di kota Daisen pada Jumat malam dan menghambat kedua sisi jalan dan kemacetan diperparah karena salju turun makin banyak di wilayah itu.

Pemerintah prefektur mengatakan pihaknya sudah membuat satuan tugas pada Jumat malam dan meminta tentara untuk membantu memberikan bantuan seperti selimut dan bahan bakar bagi masyarakat yang terjebak di kendaraan mereka.

Tentara Jepang (Ground Self-Defense Force) mengirimkan sekitar 30 personil yang semula akan mulai melakukan tugas mereka pada Sabtu sekitar pukul 04.00 setempat (02.00 WIB) namun tertunda hingga sekitar enam jam, menurut kantor berita Kyodo.

Salju juga menyebabkan kereta ekspres lokal terhenti antara dua stasiun di Daisen karena pohon tumbang pada Jumat sekitar pukul 16.00 waktu setempat (14.00 WIB) membuat sekitar 130 penumpangnya terjebak hingga Sabtu pukul 09.00 waktu setempat (07.00 WIB) mengutip Perusahaan Kereta Jepang bagian Barat.

Ketinggian salju mencapai hingga 100 Cm pada Jumat di Aomori, Yamagata di sebelah utara serta prefektur Niigata dan Hiroshima di bagian barat.

Angin kencang hingga kecepatan 100 Km/jam terjadi di beberapa bagian prefektur Kagoshima dan Aomori menurut Badan Meteorologi Jepang.

Setidaknya ratusan penerbangan ke wilayah-wilayah tersebut dibatalkan sedangkan layanan kereta cepat Shinkansen Tokaido ditunda.

Badan Meteorologi Jepang memperingatkan pola tekanan angin dingin tampaknya akan berlanjut di tahun baru dengan penambahan salju yang turun di Laut Jepang sebelah barat hingga ke Jepang sebelah utara pada Minggu.

http://id.news.yahoo.com/antr/20110101/twl-badai-salju-telan-korban-jiwa-dan-ga-bbfa48e.html