Tampilkan postingan dengan label Kali Code. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kali Code. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Desember 2010

Kali Code Meluap, Perumahan Sorosutan Indah Kebanjiran

Senin, 06/12/2010 16:01 WIB
Kali Code Meluap, Perumahan Sorosutan Indah Kebanjiran
Ken Yunita - detikNews


Jakarta - Hujan deras yang terus mengguyur Yogyakarta selama kurang lebih 2 jam mengakibatkan Kali Code meluap. Seluruh rumah di Perumahan Sorosutan Indah, Umbulharjo, Yogyakarta pun kebanjiran.

Pantauan detikcom di perumahan Sorosutan, Umbulharjo, pukul 15.50 WIB, Senin (6/12/2010), air Kali Code sudah meluap hingga mencapai lutut orang dewasa. Rumah-rumah warga yang berada tepat di pinggir kali sudah kemasukan air Kali Code.

Arus Kali Code pun masih mengalir deras. Hujan deras yang masih terus turun menghanyut batang-batang pohon dan bambu-bambu di Kali Code.

Warga sekitar Kali Code panik. Masing-masing warga mulai menyelamatkan diri mengungsi ke tempat lain.

Beberapa warga mengungsi menggunakan mobilnya. Sejauh ini, belum ada peringataan dari pemerintah harus mengungsi ke posko mana.


(gus/fay)

Minggu, 28 November 2010

Walikota Yogyakarta Bentuk Kepanitiaan Tangani Kali Code

Jumat, 26/11/2010 22:56 WIB
Paska Erupsi Merapi
Walikota Yogyakarta Bentuk Kepanitiaan Tangani Kali Code
Ilyas Istianur - detikNews

Yogyakarta - Kali Code yang membelah Kota Yogyakarta menjadi salah satu sungai yang dialiri lahar dingin Merapi. Walikota Yogyakarta, Haryadi, mengatakan pihaknya telah membentuk kepanitiaan untuk menangani dampak lanjutan erupsi Merapi di sungai tersebut.

“Saat ini kami telah membentuk suatu susunan kelembagaan di bawah Walikota Yogyakarta dalam menangani Kali Code terkait antisipasi dan perbaikan sungai," ujar Wakil Walikota Yogyakarta, Haryadi, saat memberikan keterangannya kepada wartawan di Media Center, Jl Kenari, Yogyakarta, Jumat (26/11/2010).

Haryadi juga menambahkan, Kali Code untuk saat ini memiliki ancaman bahaya yang bersifat primer dan sekunder.

“Ancaman primer warga Code adalah aliran lahar yang dipicu adanya hujan di wilayah utara dengan intensitas yang tinggi dan dalam durasi yang lama, sekitar 1 sampai 2 jam,” kata Haryadi.

“Sedangkan bahaya sekundernya itu berupa tertutupnya saluran drainase warga yang menuju kali code dan penambangan kali code yang tidak terkontrol,” katanya.

Dari hasil pendataan pemerintah Kota Yogyakarta, terdapat 8 kecamatan, 14 kelurahan, dan 66 RW yang menjadi potensi bahaya aliran lahar yang melewati Kali Code.

Tidak berbeda dengan wilayah di lereng Merapi, demi mengantisipasi aliran lahar, Pemkot Yogyakarta sudah memiliki jalur evakuasi tersendiri bagi seluruh warga yang tinggal di bantaran sungai Code.

“Kami pun sudah memiliki sistem dan jalur evakuasi tersendiri bagi warga Code yang berada di berbagai titik yang sudah kami tentukan," ungkap Haryadi.

Sampai saat ini, Pemkot Yogyakarta bersama warga bantaran sudah melakukan langkah antisipasi dalam mengurangi sedimentasi Kali Code.

“Langkah yang sudah dilakukan bersama warga Code di antaranya melaksanakan kerja bakti untuk meningkatkan tanggul dan mengoperasikan backhoe untuk mengeruk endapan sedimen yang ada," kata Haryadi.

Peningkatan tanggul di wilayah Kali Code ini dinilai sangat efektif, terbukti sampai sekarang Kali Code masih bisa dinyatakan aman dari bahaya primer erupsi merapi.

Di sisi lain, terkait adanya ancaman bahaya aliran lahar di Kali Code sebagai dampak erupsi Merapi, Haryadi juga mengatakan, secara total tidak ada gejolak harga yang signifikan.

“Secara mayoritas, di wilayah tersebut tidak ada kenaikan harga akibat kekurangan pasokan barang pokok dan tidak ada perdagangan yang mengalami gangguan saat ini," ujarnya.


(lrn/lrn)

Selasa, 16 November 2010

Kentongan Jadi Alat Komunikasi Penting di Kali Code

Selasa, 16/11/2010 18:15 WIB
Kentongan Jadi Alat Komunikasi Penting di Kali Code
Febrina Ayu Scottiati - detikNews



Jakarta - Tak hanya handy talky (HT), alat komunikasi tradisional seperti kentongan rupanya menjadi alat komunikasi yang penting khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran Kali Code. Kentongan diperlukan untuk jadi penanda meningkatnya debit lahar dingin yang melintasi kota Gudeg, Yogyakarta.

Alat komunikasi yang biasanya digunakan warga ketika sedang ronda atau jaga malam itu kini menjadi alat yang penting selain pengeras suara dari masjid-masjid yang berada di bantaran sungai tersebut.

"Kami telah menyiapkan beberapa kentongan yang menjadi tanda kalau terjadi bahaya. Di mana warga harus menyingkir bila terjadi apa-apa," tukas Wakil Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti kepada wartawan di Media Center Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana, Jl Kenari, Yogyakarta.

Haryadi mengatakan terdapat dua dampak erupsi Gunung Merapi yang dialami warga kota Yogyakarta. Pertama, masuknya para pengungsi asal Sleman dan masuknya lahar dingin melalui Kali Code. Kali Code melintasi 8 kecamatan, 14 kelurahan dan 66 RW. Penduduk yang tinggal di bantaran sungai itu berjumlah 13 ribu orang.

Ia menuturkan, akibat lahar dingin yang masuk ke Kali Code, dasar sungai naik hingga lebih dari 1 meter. Hal itu membuat warga di sekitar bantaran Kali Code was-was.

"Ini yang kita antisipasi kalau terjadi hujan dalam intensitas besar dan lama yang berakibat melubernya air yang membawa pasir dan lumpur," ucapnya.

Lebih lanjut Haryadi menjelaskan, pihaknya telah menghimbau para ketua RW untuk menyiapkan warganya jika terjadi luapan lahar dingin. Pemkot Yogyakarta telah menggunakan titik pantau yang terhubung dengan sistem komunikasi baik melalui radio maupun HT yang terhubung dengan pos-pos tertentu.

"Dengan komunikasi tersebut, keadaan lahar dingin bisa terpantau secara real time dalam waktu 24 jam," sebut Haryadi.

Sebelumnya Haryadi menceritakan bahwa para warga Kali Code telah bergotong royong untuk membersihkan kali termasuk mengeruk pasir-pasir yang terbawa lahar dingin Gunung Merapi.

"Banyak sampahnya. Bahkan ada sapi mati yang hangus terbawa arus dari kawasan atas, Merapi. Situasi saat ini memang tidak menentu yang membuat kita semua harus waspada," tutup Haryadi.

(feb/gun)

Sabtu, 13 November 2010

Kali Code Kembali Banjir Lahar Dingin

Kali Code Kembali Banjir Lahar Dingin
Peristiwa banjir lahar terjadi setelah kawasan ini diguyur hujan.
JUM'AT, 12 NOVEMBER 2010, 22:59 WIB
Siswanto, Sandy Adam Mahaputra, Ajeng Mustika Triyanti

VIVAnews – Kali Code, Yogyakarta, kembali banjir lahar dingin dari sisa letusan Gunung Merapi, Jumat, 12 November 2010, malam. Peristiwa banjir terjadi setelah kawasan ini diguyur hujan mulai pukul 20.00 WIB sampai 21.00 WIB tadi.

“Banjir lahar terjadi sekitar jam 21.00 WIB. Namun tidak sampai membuat kawasan di pinggir Kali Code tenggelam. Hanya saja ketinggian airnya bertambah lagi menjadi satu meter,” kata Waryanto, warga Gondolayu Kidul, Jogoyudan RT 08/RW 32, Yogyakarta, kepadaVIVAnews.

Banjir lahar dingin, menurut dia, juga membuat endapan di Kali Code bertambah banyak.

Oleh karena itu, setelah banjir lahan dingin tidak terjadi lagi, Waryanto berharap pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta segera mengeruk Kali Code.

Sebab, dia khawatir, kalau besok terjadi hujan deras, permukiman yang berlokasi di sekitar Kali Code tenggelam.

“Endapan lumpurnya makin bertambah kalau tidak dikeruk. Sekarang saja sudah dangkal dan kami sudah mengantisipasi dengan tanggul darurat. Namun, itu hanya bersifat sementara, kami khawatir jebol,” ujarnya.

Sungai yang berhulu ke Kali Boyong itu dipenuhi lahar dingin, sehingga warga harus membangun dam di tepinya agar perkampungan mereka tidak terkena limpasan. (art)

• VIVAnews

Sabtu, 06 November 2010

Yogya Diguyur Hujan, Kali Code Kembali Meluap

Sabtu, 06/11/2010 20:15 WIB
Yogya Diguyur Hujan, Kali Code Kembali Meluap foto
Hery Winarno - detikNews



Kali Code (Foto: detikcom)

Yogyakarta - Hujan yang mengguyur wilayah Sleman dan DIY menyebabkan Kali Code meluap. Hal ini disebabkan oleh adanya endapan material berupa pasir dan lumpur yang merupakan sisa-sisa lahar dingin Gunung Merapi.

Pantauan detikcom di jembatan Gondolayu, Jl Jenderal Sudirman, Yogyakarta, Sabtu (6/11/2010), pukul 19.45 WIB, kali tampak meluap. Meski demikian volumenya sudah tidak setinggi saat pukul 17.00 WIB tadi, dimana rumah warga sempat terendam hingga selutut.

"Mboten tinggi, enggak kayak kemarin. Paling sekitar 50 cm atau sedengkul. Nek kemarin sampai 2 meter," ujar salah seorang warga bantaran Kali Code, Darsono kepada detikcom. Darsono bertempat tinggal di RT 1 RW 1 Kelurahan Kota Baru, Yogyakarta

Meski demikian, sekitar pukul 15.00 WIB, aparat desa setempat telah memperingatkan warga untuk mengungsi ke tempat aman. Warga diungsikan ke pendopo bekas Gedung P dan K (Pendidikan dan Kebudayaan) yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga bantaran Kali Code.

"Tadi dari aparat desa sudah kasih tahu ke penduduk, warga harus mengungsi. Mereka juga mengecek ke rumah-rumah warga, biar enggak ada yang tertinggal," tambah Darsono.

Sebelumnya Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta agar Kali Code dikeruk oleh warga dan Pemda. Hal ini dikarenakan timbunan lumpur dan pasir menyebabkan pendangkalan di sungai. Apabila hujan, air di kali pun meluap dan menyebabkan banjir.


(nvc/rdf)