Tampilkan postingan dengan label Kirmir Ambrol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kirmir Ambrol. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Maret 2010

Derasnya Arus Sungai dan Usia Kirmir Diduga jadi Penyebab

Sabtu, 27/03/2010 15:35 WIB
Kirmir Ambrol
Derasnya Arus Sungai dan Usia Kirmir Diduga jadi Penyebab
Pradipta Nugrahanto - detikBandung



Bandung
- Peristiwa ambrolnya kirmir anak sungai Cikapundung di Jalan Pungkur Belakang Pegadaian, RT 5 RW 5, Kelurahan Balong Gede Kecamatan Regol diduga dikarenakan arus air yang terlampau deras dan umur kirmir yang sudah mulai tua.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Binamarga Kota Bandung Iming Ahmad ketika ditemui detikbandung di lokasi kejadian Sabtu (27/3/2010).

"Umur kirmir disini sudah 20 tahun. Dulu dibuat tahun 1990. Artinya sudah cukup tua," tuturnya.

Ditambahkanya, curah hujan tahun 2010 yang cukup tinggi membuat volume air di anak sungai meningkat drastis. "Curah hujannya tinggi, volume airnya meningkat dan arusnya sangat deras. Ini juga salah satu pemicu jebolnya kirmir," terangnya.

Namun begitu, pintu air yang sudah ada sejak tahun 1966 tetap berdiri kokoh meski dihantam arus yang sangat deras.

"Itu yang aneh, mungkin konstruksi Belanda jadi sangat kuat," tandasnya.

Kirmir yang dilintasi anak Sungai Cikapundung ambrol, Sabtu pagi, sekitar pukul 08.30 WIB. Tiga rumah rusak akibat peristiwa tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang kesekian kali terjadi di Bandung.

(dip/ahy)

Kirmir Kali Citepus Ambrol

Sabtu, 20/03/2010 16:15 WIB
Kirmir Kali Citepus Ambrol
Cegah Kejadian Lebih Parah, 6 Rumah Dibongkar
Sopan Sopian - detikBandung



ilustrasi/detikbandung
Bandung - Enam dari 8 rumah terpaksa dibongkar pihak Kecamatan Astanaanyar setelah sebagian bangunannya kembali ambruk. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kejadian yang lebih parah.

"Enam rumah warga kembali roboh malam tadi, ini diakibatkan hujan. Melihat kondisi demikian, enam rumah itu terpaksa harus diratakan dengan tanah. Kalau dibiarkan takut ambrol lagi," ujar Ketua RT 5, Nana Rochmana, saat ditemui di lokasi, Sabtu (20/3/1010).

Nana menambahkan, awalnya dua rumah warga sekitar roboh sebanyak dua kali pada pukul 21.00 WIB kemarin dan pukul 01.00 WIB tadi. Akibatnya, empat rumah warga lain yang bangunannya saling berdempetan ikut terkena dampaknya.

"Yang pertama di rumah H Isa Ansori (59) dan kedua di rumah Atep Gunawan (35)," ujar Nana.

Pembokaran rumah tersebut dilakukan oleh warga setempat dengan menggunakan alat-alat berat seperti linggis, palu, dan kayu.

Ditemui di lokasi yang sama, Camat Astanaanyar Asep S Gufron mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui apakah rumah yang dibongkar tersebut nantinya diganti atau tidak.

"Kalau masalah diganti atau tidak saya belum tahu. Soalnya belum ada informasi dari atas (Wali Kota-red)," jelasnya.

"Sebenarnya kalau bangunan yang berada di atas kirmir atau di pinggir sungai, melanggar peraturan dan tidak ada penggantian," tambah Asep.

Diberitakan sebelumnya, kirmir yang berada di Kali Citepus ambrol pada Jumat (19/3/2010), sekitar pukul 10.30 WIB. Lokasi tepatnya berada di kawasan Inhoftank, RW 6 RT 5, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung. Delapan bangunan ambruk akibat kejadian tersebut.
(avi/lom)

Warga yang Tinggal di Sepanjang Kirmir Diimbau Pindah

Sabtu, 27/03/2010 15:15 WIB
Kirmir Ambrol
Warga yang Tinggal di Sepanjang Kirmir Diimbau Pindah
Pradipta Nugrahanto - detikBandung



Bandung - Warga di sekitar ambrolnya kirmir di Jalan Pungkur Belakang Pegadaian, RT 5 RW 5, Kelurahan Balong Gede Kecamatan Regol, diimbau pindah. Hal ini demi menghindari ambrol susulan.

"Kondisinya cukup membahayakan. Jangan-jangan yang di sebelahnya menyusul ambrol kalau tidak segera pindah," tutur Kepala Dinas Binamarga Bandung Iming Ahmad ketika ditemui detikbandung di lokasi kejadian Sabtu (27/3/2010).

Menurut Iming, penambalan kirmir dengan karung pasir bukan solusi permanen. "Itu kan hanya sementara saja. Tidak mungkin bisa terus-terusan begitu," imbuhnya.

Disinggung apakah Dinas Binamarga akan membantu proses relokasi warga, Iming belum bisa memastikannya. "Warga disini harus di cek dulu IMB-nya ada atau tidak. Soalnya saya tidak yakin. Kalau tidak ada kami imbau untuk pindah sendiri sebelum ada bencana yang lebih besar," ungkapnya.

Kirmir yang dilintasi anak Sungai Cikapundung ambrol, Sabtu pagi, sekitar pukul 08.30 WIB. Tiga rumah rusak akibat peristiwa tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang kesekian kali terjadi di Bandung.
(dip/ahy)