Tampilkan postingan dengan label Merapi Meletus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merapi Meletus. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 November 2010

Merapi Meletus Hebat Sabtu Pagi

Merapi Meletus Hebat Sabtu Pagi
Sabtu, 6 November 2010 | 07:21 WIB
TRIBUN NEWS/IMAN SURYANTO
ilustrasi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gunung Merapi kembali meletus Sabtu (6/11/2010) pagi. Pantauan Kompas.com, dari Cangkringan, Sleman, puncak Merapi mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel yang besar sekitar pukul 07.00. Awan berwarna hitam itu membumbung tinggi.

Terdengar dentuman beberapa kali dari puncak Merapi. Saat ini, warga berduyun-duyun turun ke arah selatan dengan truk, mobil bak terbuka, dan motor. Ikut pula dievakuasi hewan-hewan ternak. Relawan serta warga menutup jalan dan melarang masyarakat naik ke atas.

"Dari tengah malam sering keluar awan panas, tapi kecil. Pagi ini paling besar," kata Yanto (32), salah satu relawan.

Puncak Merapi sendiri saat ini tetutup kabut tebal. Asap letusa membumbung ke atas. namun belum jelas ke arah mana abu vulkanik bergerak.

http://regional.kompas.com/read/2010/11/06/07212039/Merapi.Meletus.Hebat.Sabtu.Pagi-5

Penulis: Sandro Gatra | Editor: Tri Wahono

Minggu, 31 Oktober 2010

Merapi Meletus Lagi, Awan Panas Menyebar

Merapi Meletus Lagi, Awan Panas Menyebar
Letusan terjadi sejak pukul 11.28 - 15.14 WIB, Minggu, 31 Oktober 2010.
MINGGU, 31 OKTOBER 2010, 17:34 WIB
Maryadie

VIVAnews - Gunung Merapi kembali meletus. Letusan terjadi sejak pukul 11.28 - 15.14 WIB, Minggu, 31 Oktober 2010.

Letusan Merapi kali ini juga mengeluarkan awan panas dan hujan abu.
"Luncuran awan panas menyebar kemana-mana. Terjadi sejak tadi siang," kata Kepala Pusat Vulkonologi & Mitigasi Bencana Geologi Surono saat dihubungi VIVAnews.

Luncuran awan panas ini terjadi beberapa kali menuju lereng dengan kecepatan tinggi. Salah satunya ke arah hulu Kali Gendol yang jaraknya 6.5 kilometer dari puncak Merapi.

Sejak Merapi meletus Selasa, 26 Oktober 2010 lalu, hingga kini sudah beberapa kali terjadi letusan.

Letusan terakhir sebelum meletus lagi hari ini terjadi Sabtu 30 Oktober 2010 dini hari pukul 00.50. Letusan itu teramat dahsyat.

"Tinggi asap 3,5 kilometer, warna hitam. Masyarakat panik karena Merapi tak pernah bikin petasan sebesar itu," kata Surono. Abu akibat letusan Merapi itu menyebar ke seluruh wilayah Yogyakarta.

• VIVAnews

Sabtu, 30 Oktober 2010

Merapi Meletus, Hawa Panas Hingga 20 Km

Merapi Meletus, Hawa Panas Hingga 20 Km
Suasana panik. Warga mulai masuk ke dalam barak. Para wartawan juga mencari tempat aman.
SABTU, 30 OKTOBER 2010, 02:35 WIB
Ismoko Widjaya

VIVAnews - Gunung Merapi kembali meletus. Letusan kali ini cukup dahsyat karena awan panas keluar cukup lama dan pergerakannya mencapai radius lebih dari 10 kilometer.

Menurut laporan reporter tvOne, Muhammad Mustika yang berada di Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu 30 Oktober 2010, sejak pukul 00.45 WIB terjadi awan panas dengan letusan besar dari segala arah.

"Awan panas keluar selama sekitar 22 menit," kata Mustika yang mendapat informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Pengungsi dan sejumlah wartawan yang berada di Hargobinangun awalnya merasa aman.

Tapi sekitar setengah jam kemudian, abu vulkanik mulai turun di lokasi yang berjarak sekitar 20 kilometer. Selain hujan abu vulkanik, hawa panas mulai terasa di lokasi Hargobinangun.

Di lokasi ini ada sekitar 400 pengungsi. Suasana panik. Warga mulai diarahkan masuk ke dalam barak. Sedangkan sejumlah pekerja media mulai masuk ke dalam kendaraannya masing-masing dan berupaya mencari tempat aman.

• VIVAnews


Rabu, 27 Oktober 2010

14 Korban Tewas Ditemukan di Sekitar Rumah Mbah Maridjan

Rabu, 27/10/2010 00:07 WIB
Gunung Merapi Meletus
14 Korban Tewas Ditemukan di Sekitar Rumah Mbah Maridjan
Hery Winarno - detikNews



Jakarta - Korban tewas akibat awan panas Merapi terus bertambah. Ditemukan banyak korban tewas di rumah Mbah Maridjan di Desa Kinahrejo. Di dalam rumahnya ditemukan empat korban tewas. Dan di sekitar rumahnya terdapat 10 jenazah lain. Total ada 14 jenazah.

14 Jenazah itu ditemukan oleh Tim Evakuasi yang bergerak ke rumah Mbah Maridjan sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (26/10/2010). "Ada 4 jenazah ditemukan di dalam rumah Mbah Maridjan," kata Kolonel (Laut) Pramono, saat ditemui di Balai Desa Hargobinagun. Pramono merupakan pimpinan tim evakuasi yang menyisir rumah Mbah Maridjan.

Selain itu, Tim Evakuasi juga menemukan banyak mayat di sekitar rumah Mbah Maridjan. "Di sekitar rumah Mbah Maridjan, ada korban tewas sekitar 10 orang," tutur Pramono. Jenazah-jenazah itu dalam kondisi gosong, karena terbakar.

Pramono juga menggambarkan jalan menuju rumah Mbah Maridjan yang porak-poranda. "Di sekitar rumah banyak pohon tumbang," ujar Pramono. Hawa di Desa Kinahrejo juga panas, masih ada titik api yang menyala.

Pencarian korban langsung dipimpin Pramono bersama 36 anggota Tim SAR. Menurut Pramono, kondisi gelap mengakibatkan pencarian para korban agak sulit. Namun, tim tidak menyerah.

Hingga saat ini, tim evakuasi belum bisa mengidentifikasi nama korban tewas. Namun tim telah membawa jenazah ke rumah sakit terdekat untuk dicari tahu identitasnya.

(ahy/asy)

Selasa, 26 Oktober 2010

Merapi Meletus Empat Kali

Merapi Meletus Empat Kali
Laporan wartawan KOMPAS Mohamad Final Daeng
Selasa, 26 Oktober 2010 | 19:37 WIB
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Kondisi puncak Gunung Merapi terus mengeluarkan asap solfatara saat terekam dari Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (26/10/2010). Selain asap solfatara yang terus keluar juga terjadi peningkatan guguran material vulkanik berupa batuan berasap yang disertai suara gemuruh.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Setelah dinyatakan berstatus "Awas" sejak Senin kemarin, Gunung Merapi akhirnya memulai fase erupsi, Selasa (26/10/2010) sore. Luncuran awan panas atau yang biasa disebut wedhus gembel, terjadi hingga empat kali.

Data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), menyebutkan awan panas pertama terjadi pada pukul 17.02 dan lebih mengarah ke barat.

Luncuran kedua terjadi pada pukul 17.19, 17.24, dan 17.34. Namun, pantauan luncuran-luncuran berikut itu tidak bisa terpantau karena terhalang kabut tebal dan diduga tersebar ke segala arah. Hingga pukul 18.33, awan panas terus meluncur dan alat seismograf di kantor BPPTK masih terus mencatat pergerakan awan panas.

BPPTK pun memerintahkan seluruh petugas di lima pos pemantau gunung Merapi untuk turun dan mengevakuasi diri pada pukul 18.05. Pada saat bersamaan, terdengar 3 kali letusan besar dari pos Jrakah dan Selo di Magelang.

Editor: R Adhi KSP

Merapi Meletus

Merapi Meletus


Liputan6.com, Yogyakarta: Gunung Merapi meletus dengan mengeluarkan awan panas, Selasa (26/10). Letusan terjadi sejak pukul 17.02 WIB. "Sejak 17.02 WIB hingga 17.34 WIB terjadi empat kali awan panas dan sampai sekarang awan panas terus muncul susul menyusul tidak berhenti," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Surono di Yogyakarta.

Menurut Surono, munculnya awan panas tersebut menjadi tanda sebagai erupsi Gunung Merapi. Awan panas pertama yang muncul pada pukul 17.02 WIB tersebut mengarah ke barat. Namun awan panas berikutnya tidak dapat terpantau dengan baik karena kondisi cuaca di puncak Merapi cukup gelap dan hujan.

Sirine bahaya di Kaliurang, Sleman, berbunyi pada pukul 17.57 WIB. Pada pukul 18.05 WIB, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menarik semua petugas dari pos pengamatan.

"Pada 2006, awan panas terjadi selama tujuh menit, namun pada tahun ini awan panas sudah terjadi lebih dari 20 menit," kata Surono. Lamanya awan panas tersebut menunjukkan energi yang cukup besar.

Pada pukul 18.00 WIB terdengar letusan sebanyak tiga kali yang terdengar dari pos Jrakah dan pos Selo yang disusul dengan asap membumbung setinggi 1,5 kilometer mengarah ke selatan. "Tipe letusan Merapi sudah dipastikan eksplosif," kata Surono.(ULF/Ant)

http://id.news.yahoo.com/lptn/20101026/tid-merapi-meletus-e390447.html