Tampilkan postingan dengan label Korban Tewas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korban Tewas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 November 2010

BNPB: Total Korban Tewas 116 Orang

Sabtu, 06/11/2010 21:38 WIB
Merapi Terus Meletus
BNPB: Total Korban Tewas 116 Orang foto
Fajar Pratama - detikNews



Foto: Reuters




Yogyakarta
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data korban tewas dalam musibah meletusnya Gunung Merapi. Menurut BNPB, jumlah total korban tewas Merapi mencapai 116 orang.

"Jumlah korban meninggal, Sleman 104 orang, Magelang 7 orang, Klaten 2 orang, Boyolali 3 orang. Jumlah yang ada di kami 116 orang," ujar Kepala BNPB Syamsul Maarif, dalam konpers seusai rapat penanganan tanggap darurat yang dipimpin oleh Presiden SBY di Gedung Agung, Jl Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (6/11/2010).

Rapat tersebut diikuti oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Kapolri Timur Pradopo, Panglima TNI Agus Suhartono, Menteri PU Djoko Kirmanto, dan Menteri ESDM Darwin Z Saleh.

Sedangkan untuk korban luka akibat Merapi, Syamsul menuturkan, pihaknya mencatat total ada 218 korban luka. Jumlah tersebut berasal dari 3 wilayah yang terkena dampak letusan Merapi, yakni Sleman, Magelang dan Klaten.

"Untuk korban luka-luka, Sleman 147 orang, Magelang 14 orang, Klaten 57 orang. Total 218 orang," terangnya.

Sementara itu, BNPB juga merilis jumlah total pengungsi Merapi hingga saat ini. Berdasarkan data BNPB, jumlah total pengungsi sebanyak 198 ribu.

Jumlah tersebut dengan perincian, jumlah pengungsi di Kabupaten Sleman 56 ribu orang, Kabupaten Magelang 62 ribu orang, Kota Magelang 2 ribu orang, Klaten 40 ribu orang, Boyolali 30 orang.

Terkait posko penampungan para pengungsi, Syamsul mengakui, titik pengungsian memang selalu berubah karena disesuaikan dengan keadaan. Namun demikian, untuk penempatan di GOR Maguwoharjo, Syamsul menilai lokasi tersebut cukup untuk 30 ribu orang, yang penting para pengungsi dapat memenuhi kebutuhan layak dan tercukupi.

Dia menuturkan, memang ada tawaran dari tempat lain, seperti dari individu atau lembaga, yang menawarkan halaman mereka sebagai tempat pengungsian, seperti kampus dan asrama haji. "Tentu itu bisa, kami hargai itikad baik itu," tuturnya.

Dikatakan dia, langkah yang akan diambil dalam waktu dekat adalah segera memenuhi kebutuhan MCK dan air bersih, juga tikar, selimut, dan tenda. "Karena saat mereka (pengungsi) ke pengungsian dari radius 15 km, barang-barang seperti tikar, selimut, tenda ditinggal, maka kita harus penuhi itu," jelasnya.

Syamsul menambahkan, situasi Merapi saat ini tetap awas. Oleh karena itu anggota TNI dan Polri akan tetap melakukan patroli seperti biasa di titik-titik rawan untuk menanggulangi jika pengungsi naik dan jika ada erupsi lagi. Selanjutnya, untuk mempermudah arus informasi, pihaknya juga akan membangun sistem informasi terpusat, yang akan dibantu oleh relawan Forum Risiko Bencana sebanyak 380 orang.


(nvc/rdf)

Jumat, 05 November 2010

Polisi Temukan Korban Tewas 16 Km dari Merapi

Polisi Temukan Korban Tewas 16 Km dari Merapi
Awalnya polisi hendak naik menuju jarak 13 kilometer, namun di 16 km sudah ada jenazah.
JUM'AT, 5 NOVEMBER 2010, 06:57 WIB
Arfi Bambani Amri

VIVAnews - Luncuran awan panas diduga telah melewati 15 kilometer dari jarak aman yang kemarin ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pagi ini, Kepolisian menemukan korban tewas 16 kilometer dari Merapi.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Komisaris Besar Tjiptono, menyatakan, mayat ditemukan letaknya 16 kilometer dari Merapi. Kawasan ini masih terletak di Kecamatan Cangkringan, Sleman.

Kepada tvOne, Jumat 5 November 2010, Tjiptono menyebut, awalnya tim hendak bergerak naik 3 kilometer dari tempat ditemukan mayat. Namun ternyata, sudah menemukan orang tewas. Korban tewas ini di dalam rumah.

"Ditemukan tiga mayat dan tiga yang masih hidup," kata Tjiptono. "Jadi kemungkinan korban tewas terus bertambah," katanya. Polisi akan terus melakukan pencarian hari ini, katanya.

Pagi ini saja, Koordinator Posko Utama Pakem, Widi Sutikno kepada VIVAnews.com, menyatakan korban tewas akibat sapuan awan panas wedhus gembel terus berjatuhan. Jumlahnya pagi ini menjadi 12 orang.

"Sementara jumlahnya sekitar itu. Sebagian sudah dievakuasi ke RS Sardjito," kata Widi Sutikno.

Saat dihubungi Widi mengaku masih sedang mengevakuasi korban-korban yang jatuh di Dusun Brunggun, Argomulyo, Cangkringan, Sleman. DIY.

"Sementara infonya itu dulu, karena kami masih terus melakukan evakuasi. Saat ini yang kami utamakan bukan berapa jumlah korban, tapi evakuasi karena masih ada warga di sana," kata dia.

• VIVAnews

Jumat, 29 Oktober 2010

Korban Tewas Tsunami Mentawai Jadi 408 Orang

Korban Tewas Tsunami Mentawai Jadi 408 Orang
Jumlah korban tewas terus bertambah. Kini, angka korban tewas sudah melewati 400 orang.
JUM'AT, 29 OKTOBER 2010, 16:41 WIB
Ismoko Widjaya

VIVAnews - Korban jiwa akibat gempa bumi 7,2 skala richter yang mengakibatkan tsunami di Mentawai, Sumatera Barat, terus bertambah. Jumlah korban tewas melebihi 400 orang.

"Sampai pukul 13.00 WIB, korban meninggal 408 orang," kata Staf Khusus Presiden Bidang Penanganan Bencana Alam dan Sosial Andi Arief dalam akun twitter-nya, Jumat 29 Oktober 2010.

Data yang diperoleh Andi Arief itu berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat. Untuk korban yang mengalami luka berat mencapai 270 orang, sedangkan luka ringan ada 142 orang.

"Untuk korban hilang mencapai 303 orang dan yang warga yang mengungsi 12.864 orang," kata Andi Arief.

Sebelumnya, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pagai Utara-Selatan, Joskamatir, mengatakan tim evakuasi membutuhkan desinfektan di lokasi bencana. Desinfektan itu untuk menanggulangi sebaran penyakit akibat bau menyengat mayat-mayat yang belum dikuburkan.

"Beberapa wilayah sudah menimbulkan bau tidak sedap. Kami butuh desinfektan untuk disemprotkan ke lokasi-lokasi. Ini agar tidak membahayakan korban yang selamat," kata Joskamatir kepada VIVAnews.com, pagi tadi.

Masih banyak korban selamat berada dalam satu wilayah dengan mayat-mayat yang belum dikuburkan. Daerah-daerah yang masih terdapat korban tewas tak terkubur antara lain di Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Sipora Selatan. Tetapi kondisi itu terjadi hampir di semua lokasi. Dia menduga, korban yang hilang sebagian besar sudah meninggal. (hs)

• VIVAnews

Rabu, 27 Oktober 2010

Korban Tewas Tsunami Mentawai Bertambah Malam ini, sejumlah sumber menyebut korban tewas akibat tsunami mencapai 100 lebi

Korban Tewas Tsunami Mentawai Bertambah
Malam ini, sejumlah sumber menyebut korban tewas akibat tsunami mencapai 100 lebih.
SELASA, 26 OKTOBER 2010, 21:21 WIB
Arfi Bambani Amri

VIVAnews - Sebelumnya gempa Mentawai diberitakan tak ada tsunami, namun rupanya pantai barat gugusan kepulauan itu luluh lantak terkena gelombang laut karena gempa itu. Korban tewas sampai malam ini diperkirakan sudah tembus lebih dari 100 orang.

Perkiraan ini dikeluarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat, Harmensyah, yang merilis angka tewas 108 orang dan hilang 502 orang. Kementerian Kesehatan lebih tinggi lagi, korban tewas mencapai 113 orang. Sementara Kepala Satuan Koordinasi Pelaksana BPBD Sumbar, Ade Edward, baru merilis angka korban 80 orang.

Rahmadi, seorang aktivis lembaga swadaya masyarakat Yayasan Citra Mandiri yang berada di lokasi melaporkan korban tewas mencapai 87 orang. "Terbanyak di Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan," katanya kepada VIVAnews, Selasa 26 Oktober 2010.

Menurut Rahmadi yang biasa melakukan pemberdayaan masyarakat di Pagai, kondisi terparah dialami pantai barat sejumlah pulau di Mentawai. Di kawasan ini umumnya terdapat perumahan warga dan resor wisata karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Tsunami ini muncul 15 menit setelah gempa 7,2 skala Richter muncul pada pukul 21.42, Senin 25 Oktober 2010. Tsunami, menurut saksi mata, mencapai ketinggian 3 meter di sebuah kawasan wisata.

(Laporan Eri Naldi | Padang, umi)

• VIVAnews

14 Korban Tewas Ditemukan di Sekitar Rumah Mbah Maridjan

Rabu, 27/10/2010 00:07 WIB
Gunung Merapi Meletus
14 Korban Tewas Ditemukan di Sekitar Rumah Mbah Maridjan
Hery Winarno - detikNews



Jakarta - Korban tewas akibat awan panas Merapi terus bertambah. Ditemukan banyak korban tewas di rumah Mbah Maridjan di Desa Kinahrejo. Di dalam rumahnya ditemukan empat korban tewas. Dan di sekitar rumahnya terdapat 10 jenazah lain. Total ada 14 jenazah.

14 Jenazah itu ditemukan oleh Tim Evakuasi yang bergerak ke rumah Mbah Maridjan sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (26/10/2010). "Ada 4 jenazah ditemukan di dalam rumah Mbah Maridjan," kata Kolonel (Laut) Pramono, saat ditemui di Balai Desa Hargobinagun. Pramono merupakan pimpinan tim evakuasi yang menyisir rumah Mbah Maridjan.

Selain itu, Tim Evakuasi juga menemukan banyak mayat di sekitar rumah Mbah Maridjan. "Di sekitar rumah Mbah Maridjan, ada korban tewas sekitar 10 orang," tutur Pramono. Jenazah-jenazah itu dalam kondisi gosong, karena terbakar.

Pramono juga menggambarkan jalan menuju rumah Mbah Maridjan yang porak-poranda. "Di sekitar rumah banyak pohon tumbang," ujar Pramono. Hawa di Desa Kinahrejo juga panas, masih ada titik api yang menyala.

Pencarian korban langsung dipimpin Pramono bersama 36 anggota Tim SAR. Menurut Pramono, kondisi gelap mengakibatkan pencarian para korban agak sulit. Namun, tim tidak menyerah.

Hingga saat ini, tim evakuasi belum bisa mengidentifikasi nama korban tewas. Namun tim telah membawa jenazah ke rumah sakit terdekat untuk dicari tahu identitasnya.

(ahy/asy)

Minggu, 04 Oktober 2009

Perincian Korban Bencana Pemprov Sumbar

Jumlah Korban Tewas Menjadi 603 Orang
Proses evakuasi korban gempa di Hotel Ambacang, Padang, Sumatera Barat, Jumat, (2/10). Diperkirakan ratusan korban masih terjebak di reruntuhan bangunan hotel ini. Gempa bumi berskala 7,6 skal richter yang mengguncang Padang mengakibatkan sedikitnya 500 orang meninggal dan ribuan bangunan hancur. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO


MINGGU, 4 OKTOBER 2009 | 14:44 WIB

PADANG, KOMPAS.com — Jumlah korban tewas yang telah ditemukan akibat gempa 7,6 skala Richter di Sumatera Barat (Sumbar) hingga Minggu (4/10) siang telah bertambah menjadi 603 orang.

Berikut data resmi jumlah korban dan kerusakan akibat gempa yang dikutip dari Satkorlat Penanggulangan Bencana Pemprov Sumbar:

1. Korban tewas : 603 orang
2. Korban luka berat : 412 orang
3. Korban luka ringan : 2.570 orang
4. Warga hilang : 343 orang
4. Rumah rusak berat : 83.172 unit
5. Rumah rusak sedang : 64.145 unit
6. Rumah rusak ringan : 32.312 unit



BNJ
Sumber : ANTARA

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/04/14445138/Jumlah.Korban.Tewas.Menjadi.603.Orang

BNPB: Korban Tewas Capai 603 Orang

Minggu, 04/10/2009 13:46 WIB
BNPB: Korban Tewas Capai 603 Orang
Yonda Sisko - detikNews

Gempar di Sumatera Barat

Jakarta
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan hingga Minggu (4/10/2009) pukul 09.00 WIB korban tewas akibat gempa bumi 7,6 SR di Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 603 orang. Sekitar 343 warga dinyatakan masih hilang.

Demikian disampakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Priyadi Kardono, kepada wartawan di Gubernuran Sumbar, Jalan Sudirman Padang, Minggu (4/10/2009).

"Sebanyak 412 orang luka berat, 2.096 orang luka ringan dan 736 orang masih mengungsi. Korban terbanyak saat ini berasal dari Kab. Padang Pariaman dengan 276 tewas dan korban tewas dari kota Padang mencapai 231 orang," jelasnya.

Korban meninggal lainnya terdapat di Kota Pariaman sebanyak 49 korban, kabupaten Agam 30 orang, Kabupaten Pesisir Selatan 10 orang, Kota Solok 4 orang, dan di Kabupaten Pasaman Barat 3 orang.

BNPB juga mencatat, 83.172 unit rumah mengalami kerusakan berat, 32.312 rusak sedang dan 64.145 rusak ringan. Selain itu, sarana kesehatan yang rusak berat berjumlah 25 unit, sekitar 135 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan parah, serta 4 jembatan masing 2 jembatan di Kabupaten Solok dan 2 jembatan di Kabupaten Agam mengalami kerusakan berat.

(yon/gah)