Tampilkan postingan dengan label Surono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surono. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 November 2010

Surono Khawatir Awan Panas Tiba-tiba Muncul

Surono Khawatir Awan Panas Tiba-tiba Muncul
Di puncak Merapi, satu lubang tertutup, tapi muncul tiga lubang baru.
SELASA, 16 NOVEMBER 2010, 17:14 WIB
Ita Lismawati F. Malau

VIVAnews - Gunung Merapi belum juga memberikan tanda-tanda tidur kembali. Setelah kemarin menurun, aktivitas gunung di perbatasan Yogyakarta-Jawa Tengah ini kembali naik, Selasa 16 November 2010.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Surono menjelaskan Merapi sampai kini masih fluktuatif. Meski hari ini aktivitas Merapi naik, namun tidak separah letusan 26 Oktober dan 5 November lalu. "Namun, arah letusan ini tidak bisa dilihat dari Yogyakarta karena awan mendung," kata dia dalam jumpa pers di kantor BPPTK.

Informasi ini, kata dia, sudah disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui teleconference. "Presiden minta jangan sampai ada korban jatuh lagi."

Surono menambahkan ancaman bahaya letusan masih ke arah selatan, yakni Cangkringan, Sleman, dan Yogyakarta. "Sialnya, tak terlihat dari Yogyakarta. Kami khawatir awan panas tiba-tiba muncul," kata dia.

Saat ini, kata dia, satu lubang di puncak Merapi tertutup. Sebagai gantinya, tiga lubang baru muncul dengan ukuran lebih kecil.

Dalam kesempatan itu, Surono meminta warga yang tinggal di sekitar lereng Merapi untuk bersabar dan tidak kembali ke desa masing-masing sampai dinyatakan aman. "Dua minggu atau dua bulan, harap bersabar karena Merapi memang masih fluktuatif," kata dia.

Radius steril pun masih sama seperti yang diputuskan terakhir. Ke arah Selatan, radius steril masih 20 kilometer (km). untuk daerah sepanjang Kali Boyong (10 km), Kali Kuning (15 km), dan Kali Gendol (15 km).

Surono juga menegaskan radius steril di sekitar Boyolali dan Klaten masih 10 km sehingga warga tidak direkomendasikan untuk mendekati jarak 10 km dari puncak Merapi. "Bersabar supaya happy ending."

Laporan: Erick Tanjung | Yogyakarta, umi

• VIVAnews

Jumat, 05 November 2010

Surono: Letusan Besar Merapi Bisa Terjadi

Surono: Letusan Besar Merapi Bisa Terjadi
"Ini skenario ketiga yang tidak saya sukai. Ini dapat membuat eksplosif menjadi besar."
JUM'AT, 5 NOVEMBER 2010, 01:19 WIB
Ismoko Widjaya, Sandy Adam Mahaputra

VIVAnews - Aktivitas Gunung Merapi melewati tengah malam semakin meningkat. Radius zona aman diperluas menjadi di luar 20 kilometer. Kondisi ini diduga adanya dorongan magma terdalam yang bisa memicu ledakan dahsyat.

"Ini adalah skenario ketiga yang tidak saya sukai. Ini dapat membuat eksplosif menjadi besar karena yang mendorong sekarang adalah magma paling dalam," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Doktor Surono, ditvOne, Jumat 5 November 2010 dini hari.

Menurut Surono, akibat dorongan magma terdalam dari gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah-DIY itu, terjadi getaran secara terus-menerus. Getaran timbul terus meluas.

Maka itu, PVMBG mengeluarkan imbauan agar pengungsi mundur dari titik maksimum batas bahaya 20 kilometer. Ini merupakan perluasan radius bahaya kedua setelah awalnya ditetapkan 10 dan 15 kilometer dari puncak Merapi.

Surono menambahkan, letusan yang terjadi sampai detik ini merupakan rangkaian letusan sejak Rabu 3 November 2010 sekitar pukul 11 siang. "Letusan belum berhenti, getaran semakin kuat. Satu letusan besar bisa terjadi," ujar doktor gunung berapi lulusan Prancis ini.

Peningkatan aktivitas Merapi terjadi menjelang tengah malam atau dini hari Jumat 5 November 2010. Peningkatan aktivitas Merapi ditandai dengan adanya suara gemuruh menggelegar yang tidak kunjung berhenti.

• VIVAnews