Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 November 2011

Gempa 5,2 SR Guncang Bali

Jumat, 04/11/2011 22:17 WIB 

Gempa 5,2 SR Guncang Bali

Doni Wahyudi - detikNews



Suasana Nusa Dua (Doni W)
Nusa Dua - Gempa berkekuatan cukup besar mengguncang kawasan Nusa Dua, Bali. Gempa ini membuat panik sebagian warga yang tinggal di Nusa Dua.


Berdasarkan informasi dari situs BMKG, Kamis (4/11/2011), gempa ini berkekuatan 5.2 SR. Waktu kejadian persisnya terjadi pada pukul 21.59 WIB.


Pusat kedalaman gempa berada di 70 km dengan lokasi di 67 Km sebelah tenggara Nusa Dua, Bali. Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombong tsunami.


Pengunjung yang tinggal di Hotel Westin Resort, Nusa Dua, sempat merasakan getaran sekitar 5 detik. Beberapa dari pengunjung ada yang langsung memilih keluar ruangan. Sebagaian lagi ada yang memilih tetap tinggal di dalam hotel.




(mok/lia)

Selasa, 02 Agustus 2011

Tim Riset Telusuri Bencana di Bali dan NTT

Tim Riset Telusuri Bencana di Bali dan NTT

Daerah yang memiliki catatan gempa dan tsunami perlu mendapat perhatian serius.

KAMIS, 28 JULI 2011, 11:30 WIB
Muhammad Firman
Daerah yang memiliki catatan gempa dan tsunami perlu mendapat perhatian serius untuk segera diriset, sekaligus memperingatkan akan pentingnya mitigasi di sana. (earthquake.it)

VIVAnews - Tim Katastropik Purba telah menghimpun data dari berbagai sumber dan penelitian para ahli mengenai dokumentasi gempa bumi dan tsunami di Bali, Lombok, Sumbawa, dan Flores, Nusa Tenggara Timur.

Menurut tim peneliti, daerah yang memiliki catatan gempa dan tsunami di atas perlu mendapat perhatian serius untuk segera diriset, sekaligus memperingatkan akan pentingnya mitigasi di sana.

Berikut ini catatan bencana gempa bumi atau tsunami yang pernah menghantam daerah tersebut. Daftar ini dikumpulkan oleh M. Syahrir dan Jhonson MP, asisten staf khusus SKP BSB yang juga merupakan anggota Tim Katastropik purba:

Bali
22-11-1815: 7.0SR, tsunami, laut, utara Bali; 10.253 tewas
13-05-1857: 7.0SR, tsunami, laut, utara Batur; 36 tewas
1917: tsunami, laut; 15.000 korban

Lombok
25-07-1856: tsunami, laut Flores, timur Lombok

Sumbawa
05-04-1815: letusan gunung Tambora, 7 VEI, tsunami; 10.000 tewas
10-04-1815: tsunami akibat letusan Tambora
08-11-1818: gempa 8.5SR, laut Bali
05-03-1836: laut Flores
28-11-1836: gempa 7.5SR, laut Flores
28-11-1837: pantai barat laut Bima

Flores
14-04-1855: laut selatan Flores
05-10-1891: gempa bumi 7.0SR, laut Sawu, selatan Flores

Nusa Tenggara Timur
1814: selatan NTT; darat

• VIVAnews

Kamis, 10 Februari 2011

Hujan Lebat, Tembok Pura di Bali Ambrol

Kamis, 10/02/2011 00:10 WIB
Hujan Lebat, Tembok Pura di Bali Ambrol
Gede Suardana - detikNews


Denpasar - Sejumlah lokasi di Bali kembali diterjang bencana alam. Di Kabupaten Gianyar, sebuah tembok penyengker pura ambrol bersama tanah yang longsor tergerus aliran air hujan, Selasa (8/2) malam.

Peristiwa ini tidak menyebabkan korban jiwa maupun adanya warga yang cedera. Hanya saja, akibat kejadian ini, warga pengempon Pura Kanti, Kauhan, desa Sebatu, Tegallalang, mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Berdasarkan keterangan warga setempat, peristiwa longsor ini terjadi sekitar pukul 22.30 waktu setempat.

Malam itu, hujan lebat menerjang kawasan Tegallalang dan sekitarnya. Meski tak berlangsung lama, aliran air hujan berhasil menggerus tanah di tepi jurang ini longsor hingga kedalaman hampir 50 meter. Kejadian ini sendiri baru diketahui warga keesokan harinya (9/2) sekitar pukul 7.30 Wita. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar langsung terjun ke lokasi.

"Kerugian akibat tembok pura yang ambrol itu sekitar Rp 75 juta," kata Pande Supartha, petugas BPBD Gianyar. Menurutnya, lokasi pura memang tepat berada di tepi jurang yang kondisi tanahnya tidak stabil.

Akibat gerusan air hujan yang terus-menerus, tanah berikut tembok sepanjang 30 meter ini ambrol ke dasar jurang. Saat ini, pihak BPBD dan warga masih melakukan evakuasi terhadap bahan-bahan bangunan yang ambrol dan bisa diselamatkan.

Kawasan Tegallalang di Gianyar sendiri dikenal sebagai daerah yang rawan bencana alam. Beberapa hari lalu, seorang warga tewas akibat tertimpa pohon beringin besar yang tumbang akibat angin puting beliung yang menerjang kawasan ini.


(gds/anw)

Sabtu, 19 September 2009

Bali Terguncang Gempa, Warga Panik

Bali Terguncang Gempa, Warga Panik
Ilustrasi Kulit Bumi Retak

    SABTU, 19 SEPTEMBER 2009 | 06:54 WIB

    BADUNG, KOMPAS.com — Sekitar pukul 07.05 Wita, warga Bali berhamburan keluar rumah karena gempa. Mereka merasakan gempa dua kali dengan skala besar dibandingkan pada 2 September lalu.

    Sejumlah warga memukul kentongan sebagai tanda waspada adanya gempa. Berdasarkan keterangan dari BMKG Denpasar, gempa berkekuatan 6,4 SR di 101 km tenggara Nusa Dua dengan kedalaman 34 km.

    Namun, belum ada laporan adanya kerusakan materi. Hanya, beberapa barang ringan di lemari, misalnya, sempat jatuh. Anak sekolah berhamburan dan beberapa di antaranya diinfokan diliburkan.


    AYS

    http://regional.kompas.com/read/xml/2009/09/19/06544861/bali.terguncang.gempa.warga.panik

    Gempa Bali Rusak Sejumlah Pura

    Gempa Bali Rusak Sejumlah Pura
    Peninggalan Prasejarah di Badung
    SABTU, 19 SEPTEMBER 2009 | 19:41 WIB

    BADUNG, KOMPAS.com - Gempa bumi berskala 6,4 SR yang terjadi Sabtu (19/9) pagi pukul 07.06.58 Wita pada koordinat 9,67 lintang selatan -115,49 bujur timur, mengakibatkan beberapa pura di Kabupaten Badung, Bali, mengalami kerusakan.

    Kerusakan yang tergolong parah terjadi pada bangunan pura yang termasuk situs cagar budaya purbakala, yakni Pura Puru Sada di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi.

    Untuk memastikan kerusakan pura peninggalan zaman prasejarah itu, Bupati Badung AA Gede Agung didampingi anggota DPRD Badung IGN Wiadnyana, langsung melakukan peninjauan ke lokasi.

    Akibat terjangan gempa, bagian bangunan pura yang mengalami kerusakan cukup parah, adalah menur candi di dalam areal pura.

    "Kami berharap perbaikan dapat segera dilaksanakan karena upacara ’piodalan’ di pura ini sudah sangat dekat," papar Bendesa Adat Kapal AA Gede Darmayasa, di hadapan Bupati Gede Agung.

    Menjawab keluhan tersebut, Bupati Gede Agung menyarakan adat setempat segera membuat proposal ke Pemkab Badung menyangkut besarnya biaya perbaikan yang dibutuhkan. "Pemkab Badung akan menanggung seluruh biaya perbaikan, namun pelaksanaan pembangunan dan upacaranya dilakukan oleh Desa Adat Kapal," ujar Gede Agung.

    Bupati menegaskan, karena upacara "piodalan" sangat dekat, diperintahkan supaya desa adat mengambil langkah cepat dalam melaksanakan perbaikan.

    Kerusakan yang hampir sama juga terjadi di Pura Lingga Buwana di kompleks perkantoran Pemkab Badung.

    Gempa mengakibatkan runtuhnya "menur padmasana" dan rusaknya patung Naga Taksaka yang berada di pura tersebut. Selain itu kerusakan juga terjadi di Pura Padmasana di kompleks Pura Puja Mandala yang berada di kawasan Banjar Kampial, Nusa Dua.

    http://regional.kompas.com/read/xml/2009/09/19/19412844/Gempa.Bali.Rusak.Sejumlah.Pura.Peninggalan.Prasejarah.di.Badung.

    Senin, 17 Agustus 2009

    Deklarasi Pengelolaan Danau

    Sembilan Menteri Tanda Tangani
    Deklarasi Pengelolaan Danau
    Sembilan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu menandatangani sebuah deklarasi tentang pengelolaan danau secara berkelanjutan di Sanur, Bali, Kamis (13/8).


    KAMIS, 13 AGUSTUS 2009 | 14:04 WIB
    Laporan wartawan KOMPAS Robertus Benny Dwi K.

    SANUR, KOMPAS.com — Sebanyak sembilan menteri Kabinet Indonesia Bersatu menandatangani sebuah deklarasi tentang pengelolaan danau secara berkelanjutan di Sanur, Bali, Kamis (13/8).

    Upaya mempertahankan, melestarikan, dan memulihkan fungsi danau berdasarkan prinsip keseimbangan ekosistem dan daya dukung lingkungan sekitar danau itu dilatarbelakangi oleh degradasi lingkungan danau yang semakin kentara sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap dampak perubahan iklim.

    Acara penandatanganan yang dilaksanakan dalam Konferensi Nasional tentang Danau di Indonesia itu hanya dihadiri empat menteri, yakni Menteri Negara Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmato, Menteri Kehutanan MS Kaban, dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik.

    Lima menteri yang berhalangan hadir adalah Menteri Pertanian, Menteri Dalam Negeri, Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam, serta Menteri Perikanan dan Kelautan. Seusai ditandatangani, nota deklarasi langsung diserahkan kepada Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Ketua Bappenas Paskah Suzetta.

    "Komitmen bersama ini adalah sesuatu yang harus dihargai setinggi-tingginya, karena selama ini sering terdapat perbedaan persepsi dalam pengelolaan danau. Komitmen ini akan menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka panjang nasional kita dengan porsi dana yang seimbang terhadap sektor-sektor lainnya," kata Paskah.

    Deklarasi Bali terdiri dari tujuh butir komitmen, yakni komitmen terhadap pengelolaan ekosistem danau; pemanfaatan sumber daya air danau; pengembangan sistem monitoring, evaluasi, dan informasi danau; penyiapan langkah-langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tehadap danau; pengembangan kapasitas, kelembagaan, dan koordinasi pengelolaan danau; peningkatan peran masyarakat; serta pendanaan yang berkelanjutan. Kesembilan menteri bersepakat untuk menjalin kerja sama secara sinkron dan sinergis untuk danau di Indonesia.


    http://sains.kompas.com/read/xml/2009/08/13/14044887/sembilan.menteri.tanda.tangani.deklarasi.pengelolaan.danau