Tampilkan postingan dengan label Hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hujan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Maret 2011

Hujan Bikin Partikel Radioaktif Jepang Tidak Akan ke Mana-mana

Minggu, 13/03/2011 18:54 WIB
Hujan Bikin Partikel Radioaktif Jepang Tidak Akan ke Mana-mana
Nurvita Indarini - detikNews
Hujan Bikin Partikel Radioaktif Jepang Tidak Akan ke Mana-mana
Jakarta - Kebocoran "kecil" dialami PLTN Fukushima akibat gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada Jumat (11/3) lalu. Jika hujan turun, maka partikel ini diyakini tidak akan ke mana-mana.

"Kalau ada hujan maka partikel akan turun, ikut air hujan. Maka partikel akan turun ke bumi tidak akan ke mana-mana. Struktur reaktor tidak ada yang kecenderungan ke angkasa," ujar Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) As Natio Lasman dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (13/3/2011).

Ditambahkan dia, kemungkinan boron (B) digunakan untuk mengendalikan reaktor. Kalau air menguap, maka boron akan menjadi asam borat, sehingga ketika hujan, yang terjadi adalah hujan asam. Meskipun demikian, kadar asamnya lemah lantaran bukan asam sulfat.

Karena itu, dekontaminasi perlu dilakukan. Dekontaminasi merupakan tindakan mengambil partikel yang mengandung radioaktif. Untuk melakukannya, perlu dilakukan oleh banyak orang dan detektor karena harus dilakukan dari satu lokasi ke lokasi yang lain.

"Kemungkinan tidak seluruh radius 20 km itu terkena, tergantung arah angin. Namun agar aman seluruh radius harus diteliti," sambung Natio.

Dekontaminasi, imbuhnya, membutuhkan ongkos yang tidak sedikit lantaran membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Namun Natio yakin, Jepang akan mampu melakukannya. Sebab sebelumnya, Jepang pernah memiliki pengalaman dengan penanganan zat semacam itu kala Hiroshima dan Nagasaki dibom atom pada 1945 oleh AS.

Bom atom kala itu membunuh 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 di Nagasaki. Setelah peristiwa itu, ribuan orang tewas akibat luka atau sakit lantaran terkena radiasi yang dikeluarkan bom.

"Jepang lalu melakukann dekontaminasi sehingga daerah itu bisa dihuni lagi. Jepang tidak punya pilihan, harus melakukan dekontaminasi. Jepang itu punya 54 reaktor nuklir jadi sudah punya pengalaman dengan nuklir," tutur Natio.

Partikel radioaktif, imbuhnya, bisa masuk ke air ataupun terhisap tumbuhan. Jika air yang mengandung radioaktif itu masuk ke tubuh ikan, maka ikan-ikan tersebut tidak boleh dikonsumsi. Dalam masa tertentu, ikan di suatu wilayah yang positif tercemar radioaktif tidak boleh dikonsumsi. Pun dengan tanaman yang menghisap zat tersebut. Bila tanaman itu termakan hewan ternak, maka hewan ternak juga tidak boleh dikonsumsi.

Beberapa tahun setelah pembangkit listrik tenaga nuklir di Chernobyl, Ukraina utara, meledak, kota itu kembali ditinggali orang meski jumlahnya sedikit. Kendati sekarang sudah dinyatakan aman, namun produksi susu kota tersebut belum boleh dibawa ke luar negeri. Sebab masih banyak yang takut, susu sapi tersebut terkontaminasi radioaktif dari daun yang dimakan sapi.

"Jika suatu daerah ditengarai terkena radiasi itu, maka jangan ada yang merokok di luar ruangan karena zat radioaktif bisa ikut terhisap. Makanan dan minuman juga jangan dibuarkan terbuka di luar. Yang dikonsumsi adalah yang benar-benar tertutup dan dimakan di dalam ruangan," jelas Natio.

Jika pakaian seseorang dideteksi terkontaminasi radioaktif maka pakaian itu harus dilepas dan dijauhkan. Si pemakainya kemudian diguyur dengan air hingga bersih. Jika ada yang terluka, maka lukanya harus dibersihkan dengan teliti untuk menghindari radioaktif masuk ke dalam tubuh melalui luka yang terbuka.

Menurut Natio, radioaktif memiliki umur paruh. Jika radioaktif memiliki umur paruh pendek, maka jika didiamkan dalam 1-2 hari akan netral. Sedangkan jika memiliki umur paruh panjang butuh waktu ratusan bahkan ribuan tahun untuk normal.

"Setelah sudah tenang, baru bisa diteliti radioaktifnya paruh pendek atau paruh panjang. Kalau kerusakan (reaktor) dari bahan bakarnya maka radioaktifnya adalah yang berusia paruh panjang," jelas Natio.

Dia menambahkan, radiasi bisa membunuh sel kanker. Namun sebaliknya, jika mengenai sel sehat maka yang terjadi adalah sebaliknya, dalam dosis besar bisa terjadi anomali.

"Bisa terjadi kanker. Dan itu yang dikawatirkan penduduk sana," kata Natio.

Gempa hari Jumat telah menyebabkan kebocoran reaktor di PLTN Fukushima yang dikelola oleh operator Tokyo Electric Power (TEPCO). Sekretaris Kabinet, Yukio Edano, mengatakan sistem pendingin di reaktor itu gagal berfungsi sehingga lingkaran bahan bakar di dalamnya terbuka, menyebabkan lepasnya radiasi.

Reaktor nomor tiga ini adalah satu-satunya yang memakai bahan bakar campuran plutonium di komplek pembangkit itu, menyebabkan masalah ini berpotensi makin serius. Sebelumnya masalah serupa terjadi di reaktor nomor 1 - yang tidak memakai plutonium - dan sudah menyebabkan terjadinya ledakan hari Sabtu.

Sekitar 200 ribu orang dievakuasi dari perkampungan di sekitar PLTN Fukushima No 1 dan No 2, sekitar 250 km utara Tokyo.


(vit/nrl)

Selasa, 28 Desember 2010

Hujan dan Angin Kencang Melanda Jakarta

Selasa, 28/12/2010 17:41 WIB
Hujan dan Angin Kencang Melanda Jakarta
Nala Edwin - detikNews

Jakarta - Hujan deras disertai angin kencang melanda Jakarta. Hujan deras ini membuat kaca-kaca jendela bergetar akibat tiupan angin kencang.

Pantauan detikcom, Selasa (28/12/2010), hujan deras ini membuat dahan-dahan pohon di kawasan Polda Metro Jaya, Semanggi berjatuhan. Kaca-kaca jendela di Polda juga bergetar akibat terpaan angin.

Hujan deras juga terjadi di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan. Hujan ini membuat jarak pandang terbatas. Angin kencang di kawasan ini juga membuat daun-daun pohon berterbangan. Deruan suara angin juga terdengar di kawasan ini.

Selain itu, hujan angin ini juga tejadi di kawasan Mampang Prapatan, Pondok Pinang, Simprung, Bintaro, Gandaria, Depok dan Sukabumi Utara, Jakarta Barat. "Hujan deras sekali, Hati-hati bagi pengendara motor," kata Nando salah sorang pemotor melalui Info Anda detikcom.

(nal/fay)

Sabtu, 27 November 2010

Pemicu Hujan, Angin dan Petir di Jakarta

Pemicu Hujan, Angin dan Petir di Jakarta
Hujan deras seperti ini biasanya terjadi saat masa transisi. Bukan pada masa saat ini.
SABTU, 27 NOVEMBER 2010, 14:43 WIB
Ismoko Widjaya

VIVAnews - Hujan deras disertai petir dan angin sedang melanda Jakarta. Hujan deras seperti ini biasanya terjadi saat masa transisi. Bukan pada masa saat ini.

"Ini polanya seperti masa transisi. Kalau dari kemarin saya lihat, anginnya dari arah timur," kata Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto kepadaVIVAnews.com, Sabtu 27 November 2010.

Menurut Kukuh, seharusnya pada masa-masa bulan seperti ini, angin yang berhembus dari arah barat. Tetapi ini justru dari arah timur.

Hal ini disebabkan karena adanya tekanan rendah di bagian barat Selat Sunda. Tekanan rendah itu yang menyebabkan angin berhembus dari arah barat.

"Tekanan rendah itu disebabkan karena suhu di barat Selat Sunda lebih hangat. Secara normal, tekanan rendah itu seharusnya sudah berada di sekitar Darwin, selatannya Pulau Jawa," ujar dia.

Tekanan rendah itu mengakibatkan suhu di permukaan laut menghangat. Sehingga, hujan muncul saat-saat masa transisi.

"Air laut menghangat karena ada penguapan wilayah atau penguapan lokal," ujar dia. (umi)

• VIVAnews

Selasa, 26 Oktober 2010

Tiga Jam Hujan, Jakarta Kacau-balau

Tiga Jam Hujan, Jakarta Kacau-balau
Selasa, 26 Oktober 2010 | 07:46 WIB
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Kemacetan panjang di Jalan Gatot Subroto di sekitar kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, hingga Senin (25/10/2010) pukul 21.00 belum terurai. Hujan deras di Kota Jakarta dan sekitarnya yang berlangsung sepanjang siang hingga malam hari telah melumpuhkan lalu lintas di Ibu Kota akibat banyaknya genangan air di seluruh penjuru kota.

JAKARTA, KOMPAS.com — Hujan lebat yang hanya terjadi pukul 15.00-18.00, Senin (25/10/2010) di seluruh Jakarta, telah menimbulkan kekacauan luar biasa. Banjir sedalam 30 sentimeter hingga 1,5 meter yang bermunculan di 36 titik membuat lalu lintas di jalan protokol lumpuh.

Menurut pantauan Traffic Management Centre Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, 36 titik banjir itu kedalamannya mencapai 20 cm sampai di atas 1 meter di Jakarta dan Tangerang Selatan (dalam jalan tol lingkar luar Jakarta/JORR di wilayah Bintaro menuju Serpong dan sebaliknya).

Wilayah banjir yang memiliki ketinggian di atas 50 cm, antara lain Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, ke arah Pancoran dan sebaliknya, ke arah Jalan Wolter Monginsidi, tertutup luapan air Sungai Krukut setinggi 1 meter. Jalan tersebut sama sekali tak bisa dilewati.

Jalan Tol Bintaro-BSD Serpong di Kilometer 8 banjir sehingga jalan tol tersebut ditutup. ”Ketinggian air di atas jalan tol mencapai 70 cm karena ada luapan air sungai di sekitar tol. Di dalam tol terjadi antre panjang sampai 4 kilometer,” kata Ajun Inspektur Satu Kasno, petugas TMC Polda Metro Jaya.

Pemakai kendaraan roda empat dialihkan melalui Pondok Aren. Jalan MH Thamrin di depan Sarinah juga tergenang air hingga setinggi 50 cm. Jalanan itu bagaikan sungai, yang bisa melewatinya hanya bus transjakarta. Menjelang petang, hampir di seluruh ruas jalan di Jakarta macet. Hingga semalam pukul 21.00, layar monitor TMC Polda Metro Jaya memperlihatkan kemacetan masih terjadi antara lain di Jalan Gatot Subroto, Slipi, Grogol, Tomang, Jenderal Sudirman, Blok M, ke arah Blok M, Cawang, Dewi Sartika, Pasar Minggu, Mampang, dan Hayam Wuruk. Namun, menjelang pukul 23.30, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto-Slipi-Tomang dan Gatot Subroto-MT Haryono-Cawang- UKI, baik di jalan arteri maupun tol, mulai merambat.

Gelisah

Sementara itu, penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mulai gelisah. Ratusan orang yang telah mendarat dari perjalanan keluar kota hingga tengah malam masih telantar menunggu jemputan atau taksi, maupun bus Damri. Seorang karyawan swasta, Yulian Warman, yang baru datang dari Padang, Sumatera Barat, mengatakan, sudah 1,5 jam, sejak dia mendarat sekitar pukul 21.00, menunggu antrean taksi Blue Bird yang sudah 89 orang. ”Tetapi mobilnya saja sampai sekarang belum terlihat satu pun yang datang,” kata Yulian.

Banjir sedalam 30 sentimeter hingga 1,5 meter yang bermunculan di 36 titik membuat lalu lintas di jalan protokol lumpuh.

Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Senin sore tak hanya menyebabkan kemacetan fatal. Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo yang berada di bilangan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pun turut merasakan akibatnya.

Sejak sekitar pukul 18.00, air mulai menggenangi halaman rumah sakit itu. Selain halaman rumah sakit, air juga menggenangi beberapa ruang di rumah sakit tersebut, seperti apotek, ruang administrasi, dan koridor penghubung antarruang.

Para pasien yang berada di lantai satu kemudian dipindahkan ke ruang perawatan di lantai dua. Namun, kata dokter jaga Nora Lelyana, meski banjir, pelayanan rumah sakit tetap berjalan seperti biasa.

Rel terendam

Sementara itu, perjalanan kereta rel listrik (KRL) dari Serpong ke Palmerah sampai ke Tanah Abang terpaksa dihentikan karena jaringan rel terendam. Rel yang terendam 30-45 cm, antara lain di Pondok Betung, Pondok Ranji, Kebayoran Lama, dan Tanah Abang.

Kepala Humas PT KA Daerah Operasional I Jakarta Mateta Rizalulhaq, Senin, mengatakan, berdasarkan laporan dari masing-masing stasiun, rel terendam karena gorong-gorong di sekitar stasiun kurang berfungsi sehingga air meluap. Parahnya lagi, di kanal banjir barat di Tanah Abang juga meluap. ”Penghentian perjalanan KRL dimulai pada Senin sore pukul 16.10,” kata Mateta.

Belum dapat dipastikan berapa jumlah perjalanan kereta yang dibatalkan. Namun, menurut Mateta, ada puluhan kereta yang dioperasikan untuk melayani warga yang pulang kerja. ”Kalau satu rangkaian terdiri dari 10 kereta/gerbong bisa diisi sekitar 1.000 orang, tidak terhitung jumlah orang yang tak terlayani,” kata Mateta.

Terkait meluapnya kanal banjir barat, Direktur Irigasi, Sungai, Rawa, dan Danau Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Pitoyo Subandrio belum bisa memastikan kondisi kanal yang seharusnya berfungsi mengurangi banjir itu.
”Mungkin bisa (meluap) karena kondisi terakhir (Senin malam) tinggi air di Pintu Air Manggarai sudah 840 sentimeter,” katanya. Di Pintu Air Manggarai, batas normal ketinggian air 750 sentimeter.

Naiknya air di Kanal Banjir Barat ini menimbulkan genangan di kawasan Teluk Gong dan Penjaringan. Menurut Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara Irvan Amtha, genangan air setinggi 15-30 cm ditemukan di beberapa titik, seperti di Jembatan Tiga, Pluit Selatan, Kampung Gusti Teluk Gong, dan Pluit Dalam.(NEL/FRO/ARN/WIN/ECA/TRI/ndy/jos)

Editor: Heru Margianto | Sumber : Kompas Cetak

Jumat, 27 Agustus 2010

Hujan & Angin Puting Beliung Hancurkan 27 Rumah di Pelalawan

Kamis, 26/08/2010 23:47 WIB
Hujan & Angin Puting Beliung Hancurkan 27 Rumah di Pelalawan
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Pekanbaru
- Hujan es dan angin puting beliung menghantam kecamatan Sorek, Kabupaten Pelalawan, Riau. Dilaporkan 27 rumah mengalami kerusakan.

Peristiwa ini terjadi pukul 18.20 WIB, Kamis (26/8/2010). Saat itu masyarakat sedang berbuka puasa. Kepanikan langsung terjadi saat atap rumah warga beterbangan disapu angin puting beliung.

"Data awal, baru 27 rumah yang terdata. Mungkin ini bisa bertambah lagi. Ada tim di lokasi yang mendata. Selain itu tim melakukan pejagaan di lokasi," ujar Kapolres Pelalawan, AKBP Arie Rahman saat dihubungi detikcom.

Dalam peristiwa ini, seorang warga bernama Andi mengalami luka-luka. Saat ini, dia sudah dibawa ke RS terdekat. Saat ini Listrik masih padam dan pemerintah masih susah untuk mendeteksi kerusakan. Namun belum ada laporan korban jiwa.

(rdf/mpr)

Rabu, 07 April 2010

79 Tewas Akibat Hujan Maha Deras

79 Tewas Akibat Hujan Maha Deras
Rabu, 7 April 2010 | 04:29 WIB
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Ilustrasi.

RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com - Hujan paling deras dalam beberapa dasawarsa telah menimbulkan banjir dan tanah longsor yang menewaskan sedikitnya 79 orang di negara bagian Rio de Janeiro, menghentikan transportasi dan perdagangan Selasa (6/4/2010) di kota kedua di Brazil itu.

Tanah longsor menghanyutkan gubug-gubug di daerah kumuh di sisi bukit Rio, mengubah danau penting kota itu dan laut menjadi berwarna coklat setelah 15 jam hujan deras.

Penerbangan dibatalkan atau ditangguhkan, dan banyak jaringan listrik dan transportasi putus. "Sebagian besar korban tewas akibat longsor yang ditimbulkan oleh hujan," kata pemerintah.

Menurut juru bicara dinas pemadam kebakaran Rio, sedikitnya 40 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit dan bahwa mereka sedang mencari orang lainnya yang dilaporkan hilang.

"Situasinya kritis. Jalan-jalan kebanjiran dan penuh rintangan. Sebaiknya warga jangan keluar rumah," kata Walikota Eduardo Paes.

Paes menjelaskan, sedikitnya 26 orang tewas dan petugas pemadam kebakaran menyatakan jumlah korban tewas sementara 79 orang telah tewas.

Walikota itu menyatakan 10.000 rumah tetap berisiko, sebagian besar di daerah kumuh tempat sekitar seperlima dari penduduk Rio, tinggal di gubug yang sangat rentan pada hujan deras.

http://internasional.kompas.com/read/2010/04/07/04292592/79.Tewas.Akibat.Hujan.Maha.Deras


Editor: bnj | Sumber : ANT, REUTERS