Tampilkan postingan dengan label Waspada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Waspada. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 November 2010

ITS: Jangan Remehkan Semeru, Segera Evakuasi

ITS: Jangan Remehkan Semeru, Segera Evakuasi
"Pelajaran dari Merapi harus dicamkan. Jangan sampai terulang kembali."
KAMIS, 4 NOVEMBER 2010, 22:04 WIB
Ismoko Widjaya

VIVAnews - Pakar Ilmu Geologi dan Kegunungapian Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Amin Widodo, mengingatkan untuk tidak meremehkan kondisi Gunung Semeru yang saat ini statusnya masih "waspada".

Dia menyarankan warga terdekat harus segera dievakuasi. Menurut Amin, gejala vulkanik yang mulai muncul dari gunung dengan puncak tertinggi berjuluk Mahameru di ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) itu, perlu diwaspadai.

"Kalau sudah seperti itu harus mengungsi. Karena status waspada akan berlanjut ke awas," terang Amin Widodo dihubungiVIVAnews.com, Kamis, 4 November 2010.

Dia menjelaskan, dalam status waspada tidak bisa diprediksi apa yang bakal terjadi terhadap Semeru yang terletak di wilayah Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur.

Pemerintah setempat harus mengambil pelajaran dari Merapi untuk mengantisipasi letusan gunung yang berada di posisi geografis antara 8°06'LS dan 120°55' BT itu.

"Menurut saya, pelajaran dari Merapi harus dicamkan. Jangan sampai terulang kembali dan menimbulkan kerugian," lanjut dia.

Amin menilai, semua tergantung informasi yang dikirim oleh pos pantau yang berada di sekitar lokasi. Kemudian diteruskan ke masyarakat.

Dia juga kembali mengingatkan tidak boleh lengah. "Harus tanggap, termasuk terus mengaktifkan alat detektor gunung api. Agar bahaya Semeru bisa diantisipasi," kata dosen di ITS itu.

Laporan: Tudji Martudji | Surabaya

• VIVAnews

Minggu, 31 Oktober 2010

Waspadai Jakarta Banjir pada Minggu Dini Hari

Minggu, 31/10/2010 01:32 WIB
Waspadai Jakarta Banjir pada Minggu Dini Hari
Hery Winarno - detikNews



(dok detikcom)
Jakarta - Beberapa titik di DKI Jakarta diperkirakan akan banjir pada Minggu (31/10/2010) dini hari. Banjir itu merupakan kiriman dari Bogor, karena curah hujan yang tinggi di daerah Ciawi.

"Ketinggian air di titik pantau Depok mencapai 260 cm pada pukul 17.35 WIB, siaga 3," ujar Kepala Bidang Informasi Publik Pemprov DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Sabtu (30/10/2010) malam.

Cucu menambahkan daerah di Jakarta yang akan tergenang adalah Rawajati, Pengadegan, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara China, Kampung Pulo dan Jati Pinggir.

"Air akan sampai daerah tersebut kurang lebih pukul 02.00 dinihari," tandas Cucu.


(her/nwk)

Jumat, 29 Oktober 2010

Gunung Anak Krakatau 'Waspada', BMKG Kirim Tim Pemantau

Jumat, 29/10/2010 10:42 WIB
Gunung Anak Krakatau 'Waspada', BMKG Kirim Tim Pemantau
Rachmadin Ismail - detikNews



dok detikcom
Jakarta - Sejumlah warga merasakan peningkatan gemuruh di sekitar gunung anak Krakatau. Tim dari BMKG sudah dikirim ke lokasi untuk terus memantau perkembangan gunung.

"Kita sudah pantau terus untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tambahnya," kata Kepala sub Bidang Pengamatan Gunung BMKG Agus Budianto kepadadetikcom, Jumat (29/10/2010).

Menurut Agus, aktivitas anak Krakatau tidak memiliki siklus tertentu. Menurut dia, pada tahun 2001 anak Krakatau sempat meletus, lalu berlanjut pada tahun 2007.

"Tahun 2010 beraktivitas lagi. Nggak jelas siklusnya. Makanya kita monitoring terus," tambahnya.

Agus meminta masyarakat di sekitar lokasi tidak panik. Sebab, jarak antara gunung hingga ke perumahan warga cukup jauh.

"Anak Krakatau dari pantai Lampung dan Pantai Carita itu 40 Km. Kalau di sekitarnya kosong sama sekali," tutupnya.

Sebelumnya warga di Labuan, Banten, mendengar suara gemuruh yang dibarengi dengan getaran dari arah gunung anak Krakatau. Suara gelegar terdengar setiap 30 menit. Lava pijar juga kadang terlihat pada malam hari.

"Aktivitas ini terakhir setahun lalu. Sekarang baru terjadi lagi," ujar Fatur, warga yang tinggal di Pantai Carita, Banten.


(mad/asy)