Rabu, 26 Agustus 2009

Spesies Terancam Punah

109 Spesies Terancam Punah
Rangkong badak


KAMIS, 20 AGUSTUS 2009 | 08:09 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Sebanyak 109 spesies dalam hutan restorasi Harapan Rainforest di perbatasan Jambi-Sumatera Selatan terancam punah. Hal itu disebabkan menurunnya kerapatan pepohonan dalam kawasan hutan tersebut.

Penelitian yang dilakukan selama 15 bulan di kawasan restorasi ekosistem Jambi-Sumatera Selatan menunjukkan, terdapat ratusan jenis hewan dan tumbuhan terancam punah di kawasan ini, yaitu 293 spesies burung, 154 mamalia, 27 amfibi, 42 reptilia, dan 444 spesies pohon.

Asisten Riset PT Restorasi Ekosistem Indonesia Harapan Rainforest Wili Rombang mengatakan, dari seluruh spesies tersebut, 109 di antaranya terancam punah, terdiri atas 70 spesies burung, 23 spesies mamalia, 4 spesies amfibi, 1 spesies reptilia, dan 11 spesies tanaman terancam punah.

”Sangat disayangkan jika spesies yang seharusnya dilindungi tersebut sampai punah,” ujar Wili, Rabu (19/8).

Ia melanjutkan, dibutuhkan upaya pemulihan yang melibatkan peran manusia secara lebih alami. Upaya pengembalian fungsi lingkungan tersebut, menurutnya, juga melibatkan peran alami satwa sebagai faktor regenerasi alami.

Burung rangkong

Ia mencontohkan, burung rangkong badak (Buceros rhinoceros) berperan besar menyebarkan buah dan melakukan regenerasi ratusan jenis pohon yang sebelumnya pernah ada dalam Harapan Rainforest, yang merupakan eks hak pemanfaatan hutan (HPH) PT Asialog.

Terdapat sembilan jenis rangkong hidup di sana, di antaranya rangkong gading dan rangkong badak yang memiliki sarang di pepohonan tinggi.

Berkurangnya jenis pohon-pohon tinggi membuat terjadinya peningkatan migrasi burung.

Untuk itu, pihaknya mengupayakan penempatan 20 sarang buatan untuk rangkong pada sejumlah titik di kawasan restorasi. Sarang buatan itu terbuat dari tiga jenis bahan, yaitu serbuk kayu yang dipadatkan, drum plastik, dan drum seng yang dipotong menjadi dua.

Pilihan ketiga jenis bahan tersebut adalah untuk menilai yang paling disukai rangkong sebagai tempat singgah. Pengetahuan jenis pohon yang tumbuh sebelumnya, membuka peluang ketersediaan sumber pakan bagi hewan.

Menurut Wili, butuh 3 sampai 5 tahun hingga rangkong mau menempati sarang buatan. Selain rangkong, penyebaran biji dan benih juga dibantu jenis burung penyebar biji-bijian, seperti merpati, kutilang, dan burung pemakan buah. (ITA)


Sumber : KOMPAS

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/08/20/08090352/109.spesies.terancam.punah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar