Sabtu, 21 Mei 2011

Empat Penambang Emas Tewas Diterjang Banjir Mandailing Natal

Kamis, 19/05/2011 18:30 WIB
Empat Penambang Emas Tewas Diterjang Banjir Mandailing Natal
Khairul Ikhwan - detikNews

Mandailing Natal - Banjirnya sungai Hatobangan di Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut), memakan empat korban jiwa. Mereka adalah para penambang liar emas yang memang banyak beraktifitas di sepanjang daerah aliran sungai.

Empat orang korban diketahui bernama Mansyur (46), Misno (35), Duloh (55) dan Yasakusumah (47) yang semuanya adalah warga Sukabumi, Jawa Barat. Jenazah mereka hingga sore ini, Kamis (19/5/2011), masih berada di RSU Panyabungan, Mandailing Natal.

Musibah banjir didahului dengan hujan lebat yang berlangsung sepanjang Rabu (18/5/2011) di kawasan hulu Sungai Hatobangan di Desa Sopotinjak, Batang Natal, Mandailing Natal. Luapan air mulai terjadi pada sekitar pukul 16.00 WIB.

“Banjir itu membawa batang-batang kayu dari hulu,” ujar Kepala Desa Sopotinjak, Suharman Nasution, kepada wartawan.

Pada saat kejadian, empat orang korban sedang berkumpul bersama sembilan orang teman-temannya di pondok yang berada tidak jauh dari lokasi lubang penggalian tambang emas liar di tepian Sungai Hatobangan. Mereka semua yang ada di pondok itu merupakan pekerja tambang emas liar.

Ketika air bah menerjang pondok peristirahatan, sembilan orang penambang liar itu sempat terbawa arus. Salah seorang yang selamat dari gulungan banjir adalah Ebit (39). Ebit yang juga warga Sukabumi, kini dirawat di rumah sakit Al Khoir, Panyabungan.

Jasad eempat korban tewas ditemukan di antara timbunan kayu dan tanah. Upaya mengeluarkan jenazah dari dari timbunan kayu dan tanah tidak mudah dilakukan karena peralatan yang dimiliki petugas kurang memadai.

(rul/lh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar