Minggu, 04 Oktober 2009

Korban Gempa Butuh Obat dan Susu

Korban Gempa Butuh Segera Obat dan Susu!
Petugas memindahkan jenazah korban gempa yang tiba di RS. DR. M Djamil, Padang, Sumatera Barat, Jumat (2/10). Sekitar 500 orang dinyatakan meninggal dan ribuan rumah hancur akibat peristiwa ini.

    JUMAT, 2 OKTOBER 2009 | 18:04 WIB

    BANDA ACEH, KOMPAS.com - Ribuan korban gempa bumi yang telah kembali dari pengungsian dan kini menempati tenda darurat di desa Aru Lohong, Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman Sumatera Barat, membutuhkan bantuan obat-obatan dan susu anak-anak.

    "Yang mendesak dibutuhkan warga saat ini adalah obat-obatan untuk para orangtua yang kondisi kesehatannya memprihatinkan dan susu bagi anak-anak," kata tokoh pemuda desa Aru Lohong, Tayung yang dikonfirmasi dari Banda Aceh, Jumat.

    Pernyataan korban gempa Padang itu disampaikan kepada saudaranya, Ampelsa yang saat ini berada di Kota Banda Aceh, melalui jaringan telepon seluler (hand phone).

    Tayung menjelaskan, kondisi kesehatan sebagian korban gempa yang sebelumnya sempat mengungsi di perbukitan di kawasan desa Padang Kabau itu memprihatinkan.

    "Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada korban meninggal, kecuali korban luka ringan. Kekhawatiran kami soal kesehatan yang mulai memburuk terutama orangtua dan anak-anak, perlu segera ditangani," katanya.

    Saat gempa berkekuatan 7,6 pada Skala Richter (SR) mengguncang, katanya, warga desa berhamburan keluar rumah dan langsung berlarian ke atas bukit, sekitar 600 meter dari perkampungan di bibir pantai.

    "Kamis (1/10) sore, kami telah kembali dengan perbekalan satu unit tenda. Sementara sebagian besar warga memanfaatkan teras rumah yang tersisa sebagai tempat tinggal. Sekitar 90 persen rumah warga ambruk," kata dia menjelaskan.

    Ia mengaku sejauh ini belum ada bantuan dari pihak manapun untuk disalurkan ke masyarakat korban gempa di desanya.

    "Banyak truk pengangkut bantuan kemanusiaan yang melewati Aru Lhohong, tujuan ke kota Pariaman, tapi tidak ada yang menurunkan bantuan ke desa kami," katanya menambahkan.

    Masyarakat korban gempa desa Aru Lohong hanya mengandalkan beras dan mie instansi yang cukup untuk empat hari konsumsi karena belum ada bantuan lain.

    "Kami terpaksa mengkonsumsi air yang bersumber dari sumur-sumur penduduk yang tertimbun runtuhan bangunan. Kondisi itu juga sangat dikhawatirkan terhadap kesehatan warga," kata Tayung.

    Dia berharap Pemerintah Padang Pariaman segera menurunkan aparatnya untuk mendata korban gempa, dan juga relawan kemanusiaan mendirikan posko bencana di desa Aru Lohong yang berjarak sekitar 12 kilometer dari kota Pariaman.

    Sebagian besar penduduk desa itu bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Sebagian besar penduduknya perempuan karena para laki-lakinya banyak yang merantau ke luar daerah.


    ABD
    Sumber : ANT

    http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/10/02/1804232/korban.gempa.butuh.segera.obat.dan.susu

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar