Minggu, 07 Maret 2010

Aryadi Tersambar Usai Mematikan Radio Komunikasi

Minggu, 07/03/2010 15:13 WIB
Anggota Wanadri Tewas Disambar Petir
Duarr! Aryadi Tersambar Usai Mematikan Radio Komunikasi
Baban Gandapurnama - detikBandung




Bandung - Naas bagi Aryadi Fallah (19) anggota muda Wanadri yang sedang melakukan latihan di Gunung Wayang. Saat dirinya mematikan radio komunikasi karena khawatir terkena petir, justru dirinya yang tewas seketika tersambar petir.

"Saat petir pertama, Aryadi langsung berniat mematikan radio komunikasi yang dibawa ke lokasi. Bahkan, saya mendengar Aryadi berucap 'matiin dulu radio, takut kena petir'. Ketika tangannya memegang radio tersebut, petir kedua langsung menyambar," ungkap salah seorang korban selamat, Lili Mahfudin (32), saat ditemui di ruang IGD RSHS Bandung, Minggu (7/3/2010).

Lili berkisah, korban tewas lainnya yaitu Deni Prasetya (20) saat kejadian berada tepat di hadapan Aryadi. Sementara enam orang lainnya sedang beristirahat sambil duduk membentuk lingkaran.

"Jarak saya serta korban selamat lainnya hanya sekitar dua meter dari Deni dan Aryadi," ungkap Lili.

"Suara petir itu keras sekali. Duarr..!! Seperti bunyi ledakan granat," tambahnya.

Sementara itu, anggota Wanadri senior, Effendi Soen mengatakan, pihak Wanadri yang berada di Bandung terus menjalin komunikasi dengan para anggota yang berada di Gunung Wayang. Bahkan, saat kejadin petir menyambar, di radio komunikasi itu terdengar suara dari salah anggota muda Wanadri yang akan mematikan radio komunikasi.

"Memang di puncak Gunung Wayang saat itu hujan disertai petir. Selama merekan berada di lokasi, kami yang di Bandung terus memantau kegiatan mereka melalaui radio komunikasi. Bahkan, beberapa saat sebelum kejadian, kami masih berkomunikasi," tutur Effendi.

Namun, kata Effendi, musibah tersebut tak bisa diprediksi. Kawan-kawan Wanadri yang berada di Bandung, sontak terkejut karena komunikasi tiba-tiba hening.

"Salah satu anggota muda Wanadri yang berada di lokasi kejadian, sempat berkata akan mematikan radio komunikasi karena takut terkena petir. Rupanya, pas dimatikan itu, petir menyambar," terang Effendi.

Beberapa saat kemudian, salah seorang anggota Wanadri senior yang ikut rombongan, mengabari kejadian naas tersebut.
(bbn/avi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar