Senin, 27 Desember 2010

Badai Salju Batalkan 1.400 Penerbangan di AS

Senin, 27/12/2010 14:11 WIB
Badai Salju Batalkan 1.400 Penerbangan di AS
BBCIndonesia.com - detikNews

badai salju di as

Hujan salju di pantai timur Amerika Serikat disertai dengan angin kencang.

Badai salju di kawasan pantai timur Amerika Serikat menyebabkan pembatalan lebih dari 1.400 penerbangan dan mengganggu perjalanan darat.

Badai musim dingin tersebut memaksa penutupan sejumlah bandar udara dan membuat ribuan penumpang yang ingin menikmati liburan Natal terlantar.

Tak satu pun dari tiga bandara besar di New York, JFK, LaGuardia, dan Newark mengizinkan penerbangan pada Minggu (26/12) malam.

Penerbangan juga dibatalkan di berbagai bandara di timur laut dan di Washington, Baltimore, dan Chicago.

Juru bicara perusahaan penerbangan Delta, Kent Landers, mengatakan besar kemungkinan pembatalan akan berlanjut hingga Senin pagi.

"Kami memperkirakan penerbangan di kawasan pantai timur berangsur normal mulai Selasa," kata Landers.

NEW YORK KERAHKAN RATUSAN PETUGAS

Di New York, salju mulai turun pada Minggu pagi dan di pantai New Jersey hujan salju lebat disertai angin kencang.

Walikota New York Mayor Michael Bloomberg mengatakan New York berada di jalur badai. "Sulit untuk bisa menahan angin berkecepatan 55 mil per jam. Situasinya berbahaya," kata Bloomberg.

Pemerintah kota mengerahkan 1.700 kendaraan dan 2.400 petugas untuk membersihkan salju dari jalan-jalan di kota tersebut.

Operator kereta api Amtrak sementara itu tidak melayani rute antara New York dan Boston karena ketebalan salju yang mencapai 30 sentimeter.

Maryland, New Jersey, Carolina Utara, dan Virginia telah memberlakukan keadaan darurat.

Negara bagian Georgia dan Carolina Selatan untuk pertama kalinya mendapatkan Natal putih, karena salju turun di hari Natal dalam kurun lebih dari 100 tahun.

Badan meteorologi mengatakan badai salju ini disebabkan oleh tekanan udara yang rendah di lepas pantai Carolina Utara yang bergerak ke arah timur laut.

Pemerintah Kanada mengatakan mereka juga bersiap menghadapi badai salju.

(bbc/bbc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar