Selasa, 21 Desember 2010

Salju Turun di Australia Saat Musim Panas

Salju Turun di Australia Saat Musim Panas
Ini terjadi akibat udara bertekanan rendah di laut selatan Australia.
SELASA, 21 DESEMBER 2010, 16:27 WIB
Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu

VIVAnews - Dalam beberapa hari terakhir, penduduk di Australia bagian timur mengalami cuaca yang langka. Biasanya udara tetap panas, namun wilayah mereka kini malah sangat dingin dan bersalju.

Menurut kalangan media, ini adalah fenomena cuaca yang aneh, mengingat sejumlah wilayah di Australia, seperti kawasan New South Wales dan Victoria, biasanya masih mengalami musim panas di akhir tahun.

Pada tahun-tahun yang normal, suhu pada akhir Desember seperti ini sekitar 30 derajat celcius. Namun, tahun ini, suhu bisa mencapai hampir nol derajat celcius, disertai dengan turunnya salju.

Cuaca yang janggal itu melanda negara bagian New South Wales. Di suatu lahan bermain ski, salju mencapai ketebalan hingga 11 inci, menjadikan natal tahun ini diliputi oleh salju.

“Pagi hari terasa tenang, sangat damai dan semuanya terselimuti oleh salju tebal putih,” ujar manajer hotel Kosciuszko Chalet yang terletak di Charlotte Pass, Michelle Lovius, seperti dilansir dari laman The Telegraph, Senin, 20 Desember 2010.

Pada tahun-tahun sebelumnya, ujar Lovius, anak-anak akan bermain di padang rumput, namun tahun ini mereka membuat boneka salju dan berseluncur. Dia mengatakan bahwa salju sebanyak itu sangat tidak biasa terdapat di bulan Desember.

Di beberapa bagian New South Wales, temperatur bahkan mencapai 4 derajat celcius. Menurut stasiun berita Weather Channel, suhu ini adalah yang terdingin di bulan Desember sejak 54 tahun terakhir. Sementara itu, di gunung Hotham dan Buller di Victoria, salju mencapai ketebalan hingga empat inci.

Suhu dingin bahkan mencapai Kota Sydney. Biasanya suhu paling rendah di kota itu hanya sekitar 13 derajat celcius. Dalam beberapa hari terakhir, suhu di Sydney bisa mencapai 9,8 derajat celcius dengan kecepatan angin di daerah pesisir mencapai 100 kilometer per jam.

Menurut ahli cuaca di badan prakiraan cuaca Australia, Terry Ryan, cuaca tidak biasa yang terjadi tahun ini terjadi akibat udara bertekanan rendah di laut selatan. Hal ini menyebabkan cuaca dingin ekstrim, yang saat ini melanda Eropa terbawa hingga ke Australia.

“Setiap dua atau tiga tahun kita pasti mendapatkan cuaca dingin seperti ini,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa kemungkinan salju di bulan Desember sangat kecil. Sebelumnya, dia memperkirakan Desember akan diliputi hujan dan udara yang lebih hangat di pegunungan Victoria.

Ryan mengatakan bahwa natal terdingin yang pernah dialami Australia terjadi empat tahun lalu, saat tingkat mercury mencapai 14,5 derajat. Hal ini juga menimbulkan salju di pegunungan. (umi)

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar