Jumat, 31 Desember 2010

Bromo Letuskan Vulkanik Bom Vulkanik bom dapat bersifat mematikan k

Bromo Letuskan Vulkanik Bom
Vulkanik bom dapat bersifat mematikan karena bentuknya lebih besar dan gerakannya cepat.
SABTU, 25 DESEMBER 2010, 21:29 WIB
Ismoko Widjaya, Gestina Rachmawati

VIVAnews - Material vulkanik yang dimuntahkan dari letusan Gunung Bromo kian membesar setiap harinya. Bahkan saat ini letusan itu mengeluarkan 'vulkanik bom', yakni bebatuan yang terbentuk dari lava pijar yang terlontar dari kawah dan membeku.

"Vulkanik bom itu sebenarnya sebuah istilah untuk lontaran bebatuan, ukurannya lebih besar daripada abu dan lapili," kata Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Api Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi Kementerian ESDM, Agus Budianto saat dihubungiVIVAnews.com, Sabtu 25 Desember 2010.

Jika ditilik dari ukurannya, vulkanik bom merupakan ukuran terbesar yakni lebih dari 64 milimeter (mm). Sementara untuk ukuran lapili berkisar dari 2mm sampai 64mm. Untuk ukuran abu hanya sebesar 2mm.

Menurut Agus, vulkanik bom terbentuk dari magma yang keluar kemudian terlontar ke udara dan membeku di luar, bentuknya tidak selalu bulat, tergantung dari kecepatan pembekuan.

Vulkanik bom dapat bersifat mematikan karena bentuknya lebih besar dan gerakannya cenderung lebih cepat. "Sejauh ini belum diverifikasi lebih lanjut karena letaknya sangat dekat dengan kawah," ujarnya.

Sampai saat ini status Gunung Bromo masih tetap Siaga. Hal ini dikarenakan bahaya primer hanya terjadi radius 2 kilometer dari kawah. Sementara erupsi masih terus terjadi dan sesekali menguat.

Tinggi letusan Gunung Bromo saat ini rata-rata 1.000 hingga 1.200 meter dari bibir kawah. Akses ke kawah Bromo, termasuk lautan pasir, ditutup dengan radius 2 kilometer. "Sementara perekonomian memang lumpuh. Untuk antisipasi, di radius itu sudah jauh dari pemukiman penduduk," kata Agus. (hs)

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar