Rabu, 27 Oktober 2010

Desa di Mentawai Diterjang Tsunami Setinggi 7 Meter

Rabu, 27/10/2010 02:25 WIB
Desa di Mentawai Diterjang Tsunami Setinggi 7 Meter
Khairul Ikhwan - detikNews



foto: detikcom
Jakarta - Gelombang tsunami yang tertinggi melanda Dusun Muntei, Desa Batumonga, Kecamatan Pagai Utara, Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar). Jejak tsunami setinggi 7 meter dapat dilihat di pohon kelapa yang hampir seluruh batangnya terkena lumpur akibat tsunami.

Berdasar keterangan yang diperoleh dari Ketua Sinode GKPM Kepulauan Mentawai, P Simanjuntak, bencana tsunami tersebut menghancurkan semua perumahan yang ada di dusun tersebut.

"Gelombang tsunami mencapai tujuh meter, sangat tinggi. Semua rumah yang ada di dusun itu hancur, tidak ada yang tersisa. Penduduk yang selamat, sekarang ini sangat membutuhkan bantuan," kata Simanjuntak kepada detikcom, Rabu (27/10/2010).

Bekas-bekas gelombang tsunami itu, kata Simanjuntak, bisa dilihat pada batang-batang pohon kelapa yang ada di tepian pantai. Dusun tersebut berada hanya sekitar 150 meter dari bibir pantai, sehingga warga yang menjadi korban cukup banyak, mencapai 58 orang, dan puluhan lainnya dinyatakan hilang. Sementara korban yang selamat, yang berjumlah sekitar 80 orang, berlindung di pondok-pondok tanpa dinding.

"Saat ini mereka yang selamat, bertahan di tiga pondok tanpa dinding di ladang mereka. Umumnya yang selamat itu, remaja pria usia tanggung, dan bapak-bapak muda. Banyak di antara mereka yang terluka, namun belum mendapat bantuan medis,” kata Simanjuntak.

Simanjuntak menyatakan, dia berkunjung ke dusun tersebut pada Selasa (26/10/2010) sore dan meninggalkan lokasi menjelang malam. Menurutnya, selain di Muntei, ada empat dusun lain yang kondisinya sama kerusakannya dengan Muntei. Banyak korban jiwa dan korban yang selamat belum mendapat pertolongan.

Gempa 7,2 SR melanda Mentawai pada 21.40 WIB, Senin (25/10). Gempa ini menyebabkan tsunami di kawasan Mentawai. Tinggi gelombang mencapai 3 meter yang menyapu kawasan di pinggir pantai. Korban kemungkinan akan terus bertambah.

(rul/van)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar